Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Mengapa Stanting Harus Dicegah

Mengapa Stanting Harus Dicegah

1 dari 3 atau sekitar 9 .000.000 anak balita di Indonesia mengalami stanting (Data Riskesdas 2013). Stanting adalah ketika tinggi anak lebih pendek dari standar tinggi anak pada usianya. Stanting disebabkan karena kekurangan gizi pada jangka waktu yang lama,mulai dari masa kandungan hingga umur 2 tahun (1000 HPK – Hari Pertama Kehidupan)/periode emas kehidupan. Stanting selain mengalami gangguan pertumbuhan, umumnya memiliki kecerdasan yang lebih rendah dari anak balita normal. Selain itu, anak balita stanting lebih mudah menderita penyakit tidak menular ketika dewasa.

Pada periode emas pertumbuhan balita,nutrisi yang baik dan seimbang berdampak pada pertumbuhan fisik sertaperkembangan otak.  Pemberian nutrisi yang kurang atau buruk di seribu hari pertama kehidupannya dapat berdampak pada konsekuensi yang ireversibel, yaitu kondisi dimana ia mengalami pertumbuhan terhambat atau stanting.

Stanting Pada Balita

Keadaan stanting atau balita bertubuh pendek merupakan indikator masalah gizi dari keadaan yang berlangsung lama. Seperti masalah kemiskinan, perilaku hidup tidak sehat, pola asuh, dan pemberian asupan makanan yang kurang baik dari sejak si Kecil lahir. Akibatnya, si Kecil tidak tumbuh sesuai dengan indikator tinggi badan yang ideal sesuai usianya.

Balita stanting, selain mengalami gangguan pertumbuhan, umumnya memiliki kecerdasan yang lebih rendah dari anak balita normal. Selain itu, anak balita stanting lebih mudah menderita penyakit tidak menular ketika dewasa dan memiliki produktifitas kerja yang lebih rendah. Dengan menanggulangi stanting pada si Kecil sejak dini, Ibu turut meningkatkan kualitas hidupnya di masa depan.

Penyebab Stanting di Indonesia

Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan meliputi kesehatan dan gizi ibu yang buruk, asupan makanan si Kecil yang tidak memadai, dan infeksi yang dikarenakan kondisi sanitasi yang tidak bagus. Secara khusus, hal ini meliputi status gizi dan kesehatan Ibu sebelum, selama dan setelah kehamilan yang ikutberpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan awal anak.

Faktor lain dari sisi Ibu yang dapat menyebabkan stanting meliputi perawakan anak yang pendek, jarak kelahiran terlalu dekat, dan kehamilan remaja, yang mengganggu asupan nutrisi ke janin. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan nutisi untuk pertumbuhan ibu yang masih remaja. Faktor lainnya dari segi nutrisi meliputi asupan makanan untuk si Kecil yang tidak memadai, termasuk pemberian ASI yang belum optimal (non-eksklusif ASI) dan makanan pendamping ASIyang terbatas dalam kuantitas, kualitas dan variasinya.

Pemantauan tinggi badan dibutuhkan untuk menilai normal tidaknya pertumbuhan anak. Deteksi dini terhambatnya pertumbuhan diperlukan untuk memberikan terapi lebih awal, sehingga memberikan hasil yang baik dan mencegah stanting lebih dini.

Pengukuran tinggi badan, berat badan harus diukur dan dipantau berkala, Pemantauan pertumbuhan berkala bisa dilakukan di Posyandu atau bidan setempat. Secara cepat untuk memastikan balita anda stanting atau tidak bisa menggunakan alat bantu penghitungan di www.gizitinggi.org

Cara Penanggulangan Stanting

Ibu dapat melakukan tindakan yang memiliki dampak langsung pada pencegahan dan penanggulangan stanting dengan mengatasi penyebab-penyebab yang sudah dibahas di atas. Penanggulangan stanting yang paling efektif dilakukan meliputi:

1. Pada ibu hamil

Memperbaiki gizi dan kesehatan Ibu hamil merupakan cara terbaik dalam mengatasi stanting. Ibuhamil perlu mendapat makanan yang bergizi dalam jumlah yang cukup. Apabila Ibu mendapati berat badan yang berada di bawah normal atau kondisi Kurang Energi Kronis (KEK), maka Ibu perlu diberikan asupan makanan tambahan. Setiap ibu hamil perlu mendapat tablet tambah darah, minimal 90 tablet selama masa kehamilan. Kesehatan ibu harus tetap dijaga agar ibu tidak mengalami sakit.

2. Pada saat bayi lahir

Persalinan ditolong oleh bidan atau dokter terlatih dan begitu bayi lahir dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Bayi sampai dengan usia 6 bulan eksklusif diberi Air Susu Ibu (ASI) saja.

3. Bayi berusia 6 bulan sampai dengan 2 tahun

Mulai usia 6 bulan, selain ASI, bayi diberi Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Pemberian ASI terus dilakukan sampai bayi berumur 2 tahun atau lebih.

Stanting atau kondisi balita pendek dapat dicegah dengan langkah-langkah yang dilakukan sejak dini. Pencegahan dapat dilakukan semenjak si Kecil masih dalam kandungan dan pada saat 1000 hari petama kehidupannya. Pemberian asupan nutrisi yang tepat dan seimbang dapat menghindarkan si Kecil dari masalah stanting.

 

 

 

Ditulis oleh: dr. Marcella Auditta

Referensi : UNICEF.  IMPROVING CHILD NUTRITION The achievable imperative for global progress. 2013, World Health Organisation. WHA Global Nutrition Targets 2025: Stanting Policy Brief. 2015,Auditta Marcella dr, nutriclub.

Apakah Anak Anda Stanting? Klik di sini!

Apakah Anak Anda Stanting? Klik di sini!

Info Organisasi & Misi…

Info Organisasi & Misi…