Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Waspada Pneumonia pada Anak, Janggan Anggap Ringan Gejala Batuk dan Sesak Nafas

Waspada Pneumonia pada Anak, Janggan Anggap Ringan Gejala Batuk dan Sesak Nafas

399173_ilustrasi-anak-tertidur_663_382.jpg

Sumber: Kompas.com Tahukah Anda, bahwa 2 sampai 3 anak meninggal setiap jamnya karena pneumonia?

Saat si kecil batuk, orang tua mungkin tidak terlalu merasa khawatir. Tetapi jika disertai dengan sesak nafas, si kecil perlu diperiksa, apalagi saat ia masih di bawah 2 tahun karena gejala tersebut dapat berubah menjadi penyakit pneumonia.

Pneumonia adalah penyakit radang paru yang ternyata menjadi penyebab kematian anak nomor satu. Dan menurut WHO, data yang tercatat adalah bahwa ada 5.9 juta kematian balita yang terjadi dalam setahun yang diakibatkan pneumonia. Nah, untuk Indonesia sendiri, ternyata Negara kita ada di dalam daftar 10 besar dalam kematian akibat pneumonia.

Dr. Nastiti berbicara dalam acara diskusi media “Harapan Baru Eradikasi Pneumonia” di Jakarta hari ini tentang gejala pneumonia pada anak yang akan sangat membahayakan kesehatannya (10/03/17). Menurut spesialis anak konsultan paru ini, ketika anak batuk dengan sering, dan nafasnya bunyi, itulah gejala yang harus diwaspadai oleh orang tua sebagai gejala pemicu penyakit pneumonia.

“Pada anak yang terkena pneumonia, ia tampak sekak, hidungnya sampai kembang kempis dan ada tarikan dinding dada ke dalam seperti cekung,” ujarnya di acara tersebut.

Untuk penyebab pneumonia sendiri, adalah karena infeksi virus atau bakteri yang menyerang jaringa di paru si kecil. “Jaringan parunya jadi terisi cairan radang sehingga fungsinya sebagai tempat pertukaran oksigen terganggu. Kematian terjadi karena bayi kekurangan oksigen,” tambah Nastiti.

Mengapa anak yang sudah 2 tahun lebih rentan terhada pneumonia? Ini karena turunnya antibodi ibu saat lahir, sistem imun yang belum matang, serta kolonisasi kuman penyebab pneumonia yang tinggi.

“Bayi juga seringkali terpapar kuman dari orang dewasa di sekitarnya. Kualitas udara yang buruk, seperti polusi atau asap rokok juga memperburuk daya tahan tubuh bayi,” ujar dokter yang juga menjabat sebagai ketua UKK Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Tetapi, penyakit pneumonia juga dapat dicegah sejak dini apabila orang tua sudah mengenal gejalanya dengan baik. Selain itu, pneumona juga dapat dicegah dngan pemberian imunisasi, serta gaya hidup yang bersih dan sehat.

Sekarang, pemerintah di Kementrian Kesehatan sudah melakukan program pengendalian penyakit ini dengan upaya penemuan asus dan tata laksana kass pneumonia balita di Puskesmas. Ini dikatan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementrian Kesehatan, dr. Wiendra Woworuntu M.Kes.

Oleh karena itu, Kementrian Kesehatan akan akan melaksanakan demonstras program imunisasi pneumonia dengan vaksin PCV-13 pada bulan Oktober 2017 mendatang. Program ini akan dilaksanakan di tiga kabupaten di Pulo Lombok, Nusa Tenggara Berat dengan bayi berusia 2, 3 dan 12 bulan.

‘Vaksin memang bukan satu-satunya cara mengurangi kejadian pneumonia, tetapi harus dibarengi dengan perubahan perilaku hidup bersih agar angka kematian akibat penyakit ini bisa diturunkan,” ujar dr. Wiendra.

Tips Menyapih Anak dengan Kasih Sayang dan Tanpa Tipuan

Tips Menyapih Anak dengan Kasih Sayang dan Tanpa Tipuan

Posyandu Apung Penyelamat Gizi Balita di Mandau Telawang

Posyandu Apung Penyelamat Gizi Balita di Mandau Telawang