Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Warga Semper Deklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan

Warga Semper Deklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan

013c3562b012436d85b4b5251d747b4f.jpg

Sebanyak 1.074 keluarga di 12 RT pada RW 004 Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, mendeklarasikan stop buang air besar sembarangan. Deklarasi ini merupakan yang pertama di Jakarta. Deklarasi tersebut diharapkan bisa memicu wilayah lain untuk menerapkan pembangunan sanitasi yang layak. Warga mendeklarasikan stop buang air besar sembarangan setelah lolos uji verifikasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) atau Open Defecation Free (ODF), (16/03/16). Menurut data CLEAN Jakarta tahun 2015, sebanyak 37.602 rumah tangga di DKI Jakarta masih buang air besar sembarangan. Hal tersebut masih menjadi masalah sanitasi. Sekitar 53 juta warga di perkotaan tidak mempunyai akses sanitasi yang layak di Indonesia. Kerugian ekonomi dan kesehatan akibat dampak sanitasi yang buruk diperkirakan sebesar Rp 56,7 triliun per tahun.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, permukiman kumuh dan sanitasi masih menjadi permasalahan di DKI Jakarta. Gotong-royong dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk membangun sanitasi yang bersih. Khususnya adalah pembangunan septic tank komunal sebagai solusi karena keterbatasan lahan di permukiman.

"Deklarasi ini harus menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengubah perilaku. Saya berharap RW-RW dan kelurahan lain juga meningkatkan dan memverifikasi kualitas perilaku sanitasi mereka," kata Djarot. Djarot mengatakan, pembangunan septic tank komunal bukan hanya menjadi masalah kesehatan, tetapi juga lingkungan hidup dan perumahan. Lahan kosong seperti lapangan bisa digunakan untuk septic tank. Sementara permukaan atasnya tetap bisa digunakan untuk aktivitas warga.

"Masyarakat perkotaan, khususnya di DKI Jakarta, harus menunjukkan perilaku yang istimewa. Masyarakat jadi subyek. Kami akan berkoordinasi dengan ketua RW untuk mencari tempat-tempat yang bisa dipakai untuk septic tank komunal ini," kata Djarot.

Diharapkan deklarasi bebas buang air sembarangan dan pembangunan septic tank komunal bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Jakarta untuk menerapkan pembangunan sanitasi yang layak. Masyarakat pun harus konsisten untuk memelihara kesehatan lingkungan dan septic tank, agar air yang dibuang ke saluran pembuangan juga bersih.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Imran Agus Nur Ali mengatakan, deklarasi SBS merupakan bagian dari implementasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Program tersebut menjadi pemicu untuk mengubah perilaku bersih dan sehat berbasis rumah tangga. "Mulai dari yang kecil meskipun di tingkat RW. Jadi, nanti yang mengawasi adalah bapak ibu sekalian untuk menjaga daerah ini dari polusi lingkungan," kata Djarot dalam sambutan saat deklarasi SBS.

Imran menambahkan, bahaya sanitasi yang buruk dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, seperti penyakit diare yang menyebabkan kematian balita.

"Kalau kita buang air besar sembarangan akan membuat air tanah tercemar, sehingga muncul bakteri karena sanitasi yang buruk. Air minum juga terkontaminasi," kata Imran.

Melalui pendampingan STBM oleh Wahana Visi Indonesia di Kelurahan Semper Barat, prevalensi diare di wilayah intervensi dapat diturunkan dari 10,6 persen pada 2013 menjadi 6,1 persen pada 2015. Septic tank biofilter komunal mulai diterapkan di beberapa RT sebagai solusi pembuangan kotoran pada lahan terbatas di permukiman.

(Sumber: Kompas.com)

 

Djarot Ingin Sanitasi di Permukiman Padat Membaik

Djarot Ingin Sanitasi di Permukiman Padat Membaik

Ratusan Anak Rimba Belum Terjangkau Imunisasi

Ratusan Anak Rimba Belum Terjangkau Imunisasi