Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Waktu Tepat Pemberian Makanan Keluarga Untuk Anak

Usia 12 bulan bayi sudah memasuki usia anak. Ia sudah dapat diberi makanan keluarga, yaitu makanan dengan menu yang biasa dikonsumsi dalam keluarga sehari-hari. Makanan dengan menu keluarga ini sudah lebih padat menyerupai makanan yang dikonsumsi oleh orang dewasa. Menunya terdiri dari nasi, lauk pauk, sayuran, dan buah-buahan, yang mengandung kalori, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Pola makan keluarga mempunyai jadwal makan 3 kali makan utama yaitu  makan pagi, siang, dan malam. Ditambah dengan dua kali makan selingan di antara waktu makan utama. Untuk porsi makannya tentu tidak sebanyak porsi dewasa, bisa setengah porsi dewasa.

Ketika anak sudah mulai mengonsumsi makanan keluarga, ia sudah bisa belajar makan sendiri. Karena kordinasi jari-jari tangannya sudah lebih terampil dalam memegang alat makan seperti sendok, atau cangkir. Anak juga sudah bisa bisa memegang makanan dengan tangan atau memasukkan makanan ke mulutnya. Meskipun beberapa anak ada yang masih perlu bantuan orangtua dalam menyuapinya.

Selain itu, kemampuan mengunyah anak usia ini sudah cukup baik karena sudah tumbuh giginya. Untuk memudahkan mengunyah berikan nasi yang sedikit lembek, untuk daging berikan yang sudah dipotong kecil-kecil kecil-kecil agar terhindar pula dari tersedak. Ada beberapa hal lain yang perlu diketahui pula oleh orangtua dalam pemberian makanan keluarga ini :

  • Variasikan menu makan setiap hari

Ini agar anak tidak merasa bosan, perbendaharaan terhadap rasa makanan juga bertambah, dan pengenalan bahan makanan yang beragam berpengaruh baik bagi kebiasaan makan sehat di kemudian hari.

  • Perhatikan kandungan gizi

Anak memerlukan makanan yang mengandung gizi cukul terdiri dari kalori, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Kebutuhan gizi ini untuk daya tahan tubuh dan kesehatannya, serta proses tumbuh kembang anak.

  • Pemberian bumbu dalam makanan keluarga

Makanan keluarga untuk usia anak sudah bisa diberikan bumbu yang alami, seperti bawang merah, bawang putih, daun salam, daun bawang. Selain diberikan garam dan gula secukupnya. Untuk pemberian rasa pedas seperti merica sebaiknya di usia anak 2 tahun. Untuk memberikan rasa gurih pada makanan bisa gunakan air kaldu dari rebusan daging/ayam/ikan. Hindari penggunakan bumbu-bumbu instan atau perasa makanan.

  • Pemberian nasi dengan lauk pauk dan sayuran sebaiknya terpisah.

Sebaiknya dalam mengolah makanan keluarga tidak memasak dengan mencampurkan nasi dengan lauk pauk dan sayuran menjadi satu. Olah secara terpisah nasi, lauk pauk, dan sayuran. Anak akan menjadi tahu bahwa bila ia makan nasi maka bersama dengan makanan lainnya yaitu lauk pauk, dan sayuran.

  • Pemberian makanan camilan/selingan harus yang bergizi

Pilihlah makanan camilan yang bergizi, misalnya buah-buahan, kacang hijau, dan sebagainya. Hindari pemberian makanan camilan terlalu banyak karena anak bisa merasa kenyang dan ini dapat mengganggu jadwal makan utamanya.

  • Pemberian susu formula jangan terlalu banyak

Usia ini anak sudah bisa diberikan susu formula. Pemberiannya dalam sehari cukup 2-3 cangkir. Jangan terlalu banyak dan sering, karena membuat anak hanya mau minum susu saja dan menjadi susah makan.

  • Beri porsi makan secukupnya

Porsi makan anak belum sebanyak orang dewasa. Jadi, taruhlah setengah porsi dewasa pada piring makannya. Usahakan anak menghabiskannya. Jangan lupa memberinya pujian jika porsi makannya habis.

  • Susun menu makan dan buat kreasi makanan yang menarik

Susunlah menu makan bagi anak setiap harinya agar ia tidak bosan dan bersemangat untuk makan. Orangtua perlu sedikit usaha untuk mengolah makanan yang menarik buat anaknya. Misalnya, sayuran dibuat sedemikian rupa sehingga tersembunyi dalam makanan yang diolah. Jadi, pandai-pandailah orangtua untuk berkreasi, apalagi jika anaknya tergolong susah makan.

  • Tunggu anak hingga merasa lapar

Jika anak rewel tak mau makan, jangan sodorkan susu atau camilan yang mengenyangkan. Tawarkan pada anak buah. Tunggulah sementara waktu, anak akan merasa lapar dan dia akan makan.

  • Jangan lupa konsumsi air

Biasakan anak untuk minum setelah makan. Konsumsi cairan pada anak selain dari air juga diperoleh dari ASI, susu formula, atau jus.

  • Cermati bahan makanan pemicu alergi

Beberapa bahan makanan bisa memicu alergi pada anak, misalnya telur, kacang-kacangan, ikan, susu, dan lain-lain. Jadi cermati makanan yang diberikan pada anak, sehingga bila muncul alergi pada anak orangtua dapat segera mengetahuinya.

  • Perhatikan masalah kebersihan

Pengolahan makanan keluarga, menyiapkan dan menyajikan makanan harus memperhatikan higienis bahan makanan dan perlengkapan makannya. Jangan lupa membiasakan anak mencuci tangan sebelum makan dan setelah makan dengan sabun dan air bersih yang mengalir.

  • Luangkan waktu untuk makan bersama keluarga

Biasakan dalam satu hari untuk meluangkan waktu makan bersama keluarga. Apakah di saat pagi atau malam hari. Anak akan belajar dan mencontoh cara makan yang baik dan sehat dari yang dilakukan orangtua di rumah.

  • Tetap perhatikan pertumbuhan anak

Kecukupan gizi yang diperoleh anak dari makanan dapat diketahui dari kenaikan berat badan anak yang sesuai dengan usianya. Bila anak tidak mengalami kenaikan berat badan yang cukup berarti, sebaiknya dikonsultasikan pada petugas kesehatan atau ahli gizi.

Penyebab dan Kebiasaan Balita Susah Tidur Nyenyak

Penyebab dan Kebiasaan Balita Susah Tidur Nyenyak

Bahaya Madu Murni Untuk Bayi di bawah 1 Tahun