Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

UNICEF : Masalah Gizi Pada Anak di Kuba 0%

Kuba merupakan satu-satunya negara di Amerika Latin dan Karibia yang sudah bebas dari masalah gizi. Hal ini sudah dikonfirmasi oleh Badan PBB untuk Anak-Anak (UNICEF). Ini sangat kontras dengan anak-anak di negara berkembang lainnya, di mana lebih dari 146 juta balita kekurangan gizi. Ini angka yang sangat memprihatinkan seperti diungkap dalam laporan terbaru yang dirilis UNICEF di markas PBB, dengan judul Progress for children, A Report Card on Nutrition.

Di dalam dokumen laporan tersebut, balita yang mengalami kekurangan gizi di berbagai belahan dunia adalah sebagai berikut :

28% di Sub-Sahara Afrika

17% di Timur Tengah dan Afrika Utara

15% di Asia Timur dan Pasifik

7% di Amerika latin dan Karibia.

5 % di  Eropa Tengah dan Timur

27 % di negara-negara berkembang lainnya.

Di Indonesia sendiri, dalam menetapkan daerah bermasalah gizi menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kriterianya adalah prevalensi anak balita yang pendek atau stanting dan kurus. Di Indonesia, ada sekitar 37,2 % anak mengalami stanting. Angka ini diperkirakan setara dengan 8,8 juta anak. Untuk anak  kurus (wasting) sebesar 12,1 % atau setara dengan 2,8 juta anak.

(Sumber: UNICEF, Progress for children, A Report Card on Nutrition, 2009)

Mengapa Kuba Berhasil Hapuskan Masalah Gizi Anak?

DPRD Jatim : Atasi Gizi Buruk, Anggaran 2,2 M Tak Cukup

DPRD Jatim : Atasi Gizi Buruk, Anggaran 2,2 M Tak Cukup