Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Tips Sukses Pemberian MPASI

Tips Sukses Pemberian MPASI

bayi-makan-mpasi-631x336.jpg

Usia 6 bulan merupakan awal pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Di usia ini bayi mulai beradaptasi dari makanan yang semula bentuknya cair menjadi makanan yang padat. Tidak semua orangtua menjalani proses pemberian MPASI pada bayinya berjalan mulus. Ada saja tantangan yang dihadapi. Nah, agar proses bayi mengonsumsi makanan padat ini dapat berjalan baik dan berhasil, yuk, simak tips berikut ini :

  1. Perhatikan masalah kebersihan
  • Perhatikan kebersihan bahan makanan yang akan diolah
  • Siapkan peralatan masak  yang digunakan harus
  • Perlengkapan makan dan minum bayi harus bersih
  • Cuci tangan sebelum menyiapkan makanan bayi, dengan sabun dan air bersih mengalir.

Masalah kebersihan harus dijaga baik untuk mencegah masuknya kuman penyakit yang bisa menimbulkan penyakit, terutama diare.

  1. Sesuaikan tekstur makanan sesuai usia bayi

Mulai usia 6 bulan berikan makanan yang sudah mulai kental. Misalnya, tepung beras yang sedikit diencerkan dengan ASI. Kemudian kepadatan makanannya juga bertambah seiring dengan usia, seperti pemberian bubur saring, nasi tim hingga kemudian nasi lembek di usianya 1 tahun.

  1. Gunakan bahan makanan yang aman dan segar

Pilihlah bahan makanan yang mudah didapat, segar, aman dari pestisida maupun pengawet. Kemudian olahlah bahan makanan tersebut secara benar hingga matang.

  1. Gunakan bumbu secukupnya.

Pemberian MPASI di usia awal umumnya tidak menggunakan bumbu. Bayi dikenalkan dengan rasa asli makanan, misalnya rasa manis dari buah yang dilumatkan, tepung beras yang diencerkan dengan ASI, dan lain-lain. Diharapkan dengan mengenal rasa asli makanan tersebut akan memudahkannya menerima makanan apapun nantinya. Seiring usia bertambah dan pemberian MPASI sudah lebih padat dengan kombinasi sayuran dan lauk pauk, penggunaan bumbu seperti gula dan garam boleh diberikan secukupnya, jangan terlalu banyak. Pada bayi usia 1 tahun sudah bisa diberikan pula bumbu alami seperti bawang putih atau bawang merah. Jika ingin menggunakan merica pemberiannya sebaiknya pada usia 2 tahun. Selain itu, sebaiknya hindari pemberian bumbu instan atau perasa dalam bahan makanan bayi. Jika MPASI ingin gurih gunakan kaldu ayam/daging/ikan yang dibuat sendiri.

  1. Perhatikan frekuensi dan porsi makan bayi

Pemberian makan pada bayi lakukan dengan jadwal yang teratur sebanyak 3 kali makan utama dan 2 kali makan selingan di antara 2 waktu makan. Porsi makan disesuaikan dengan usia. Misalnya, usia bayi 6-8 bulan sekitar 6-8 sendok makan. Untuk porsi makan ini ibu tak perlu khawatir bila bayi tidak menghabiskan porsinya. Sebaiknya jangan dipaksakan. Bisa saja karena bayi sudah minum ASI sebelumnya sehingga porsi makan yang dihabiskannya sedikit.

  1. Variasikan  makanan

Umumnya, MPASI diberikan awalnya satu jenis bahan makanan saja, misalnya buah yang dilumatkan atau tepung beras yang diencerkan. Kemudian bahan makanannya bertambah lebih padat dan sudah mulai dikombinasikan dengan sayuran ataupun lauk pauk. Variasi yang beragam ini selain untuk mencukupi kebutuhan gizinya juga agar bayi tidak merasa bosan dengan makanannya.

  1. Jangan beri terlalu banyak camilan.

Jadwal pemberian makanan camilan dilakukan 2 kali di antara waktu makan utama. Pemberian camilan bisa berupa kue, biskuit, buah-buahan, atau makanan lainnya. Hindari makanan yang keras seperti kacang atau perhatikan potongan makanannya, agar bayi tidak tersedak. Pemberian camilan sebaiknya dibatasi agar tidak mengganggu nafsu makan bayi.

  1. Perhatikan suhu makanan

Setiap kali memberikan MPASI, hendaknya suhu makanan jangan terlalu panas. Jadi, sebelum disuapi cobalah taruh sedikit makanan di tangan/punggung tangan ibu, apakah makanan terlalu panas atau tidak.

  1. Amati bila muncul alergi

Ada beberapa jenis makanan yang bisa menimbulkan reaksi alergi, misalnya, kacang-kacangan, ikan, dan sebagainya. Gejala pada bayi bisa muncul bintik kemerahan, muntah, diare, dan sebagainya. Jika ibu curiga pada jenis makanan tertentu sebaiknya hindari makanan tersebut. Konsultasikan pula pada dokter.

  1. Biasakan makan di meja makan

Di saat jadwal makan utama, ibu bisa ajak bayinya makan dengan kursi makannya di meja makan. Biasanya pada bayi usia 8 bulan sudah bisa diberi kesempatan untuk belajar makan sendiri, meskipun akan berantakan. Bayi usia ini tengah belajar keterampilan makan dengan menggenggam makanannya sendiri, memegang sendok, memasukkan makanan ke mulut, dan mengunyah.

Lakukan makan di meja ini bersama keluarga atau ajak bayi lain yang seusianya makan bersama.  Di samping buat bayi bersosialisasi juga ia bisa bersemangat untuk makan. Selain itu,  bayi juga belajar kebiasaan makan di meja makan sedari usia dini. Hindari memberi makan bayi sambil jalan-jalan di taman, misalnya. Karena kemungkinan makanan bisa terkena debu.

  1. Lakukan dengan menyenangkan

Ketika memberi bayi makan sebaiknya orangtua tidak terburu-buru, dilakukan dengan perlahan-lahan, dan penuh kesabaran. Suasana pun harus tenang, santai, dan ibu memperlihatkan ekspresi wajah yang ceria. Sebaiknya ibupun tidak diam saja, tetapi tatap mata si kecil, sambil ibu bicara, bercerita, atau bernyanyi.

 

 

Pemberian Makan pada Bayi 6 Bulan yang Sakit

Pemberian Makan pada Bayi 6 Bulan yang Sakit

Mencampur ASI dalam MPASI

Mencampur ASI dalam MPASI