Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Tips Menyapih Anak dengan Kasih Sayang dan Tanpa Tipuan

Tips Menyapih Anak dengan Kasih Sayang dan Tanpa Tipuan

Penyakit-Flu-Bisa-Menyerang-Bayi-6-Sampai-12-Bulan1.jpg

Saat si kecil mulai menjadi anak-anak atau sudah 2 tahun, ia akan mulai disapih karena itulah yang sebenarnya sudah dianjurkan oleh WHO dan IDAI. Menyusuinya tentulah sebuah hal yang sangat menyenangkan bagi ibu. Semua nutrisi atau gizi yang diperlukan bayi toh ada di dalam ASI, dan keluarnya hormone oksitosin atau hormon kasih saying akan menimbulkan rasa kasih saying antara ibu dan anak. Tetapi, anak yang sudah berusia 2 tahun membutuhan asupan gizi yang lebih bervariasi, sehingga ASI pun tidak cukup. Secara teori, mungkin menyapih adalah hal yang sangat sederhana atau mudah. Tetapi, hal tersebut belum tentu dirasakan oleh ibu dan anak karena kedua masih tetap berkeinginan. Saat si kecil mendapatkan ASI, ia merasa nyaman berada di dekat ibu yang sudah memberinya makanan utama sejak lahir. Sementara untuk ibu, rasa takut akan muncul akan rasa bonding yang didapat saat menyusui anak yang akan kemungkinan hilang.

Namun, ibu tidak perlu terlalu khawatir karena menyapih akan mempererat hubungan ibu dan anak dengaan cara yang berbeda.

Inilah beberapa tips untuk menyapih dengan kasih saying dan tanpa paksaan atau tipuan:

  1. Ibu harus meruba paradigm dan menenangkan diri

Sebelum ibu harus menyapih, siapkan waktu beberapa hari atau minggu untuk menyiapkan mental, karena menyapih bukanlah hal yang harus disayangkan atau andaikan sebuah perpisahan antara ibu dan bayi. Ibu dapat mengenang waktu menyusui sebagai masa-masa yang indah untuk menjadikan waktu menyapih sebagai kesempatan baru untuk mempererat hubungan dengan si kecil. Jika ibu mulai merasa tidak tega atau sedih,apalagi ketika anak menangis untuk diberi ASI, ibu dapat bekerjasama dengan suami untuk bersama-sama menenangkan si kecil dan menguatkan hatinya.

  1. Berikan semangat atau sugesti

Jauh sebelum anak disapih, ibu dapat memberinya sugesti di otak anak dengan sering berbicara kepadanya tentang masa depan dimana ia tidak “boleh” menyusui lagi. Misalnya, ibu dapat bilang kepadanya, “Nanti kalau sudah 2 tahun, nanti ndak minum susu ibu lagi ya, nak. Kan nanti sudah besar, jadi sudah harus belajar mandiri,” atau dengan mengingatkan bahwa ibu, ayah atau saudaranya yang sudah besar tidak harus minum susu, jadi si kecil harus mengikuti hal yang sama. Nah, lakukan lah ini dengan sering karena nanti anak akan terbiasa karena hal ini sudah ditanam di otak si kecil.

  1. Jangan buru-buru atau dengan tipuan

Banyak sekali pendapat atau omongan dari orangtua yang sering ibu buat repot. Misalnya, ibu harus mengolesi minyak ke puting susu seperti brotowali  atau bahan lainnya yang akan terasa pedas atau asam. Tujuan dari semua ini adlah agar anak merasa aneh atau takut sehingga ia tidak mau menyusui lagi. Tetapi, apakah ibu ingin melunturkan rasa bonding itu? Tentu saja tidak karena kita ingin menyapihnya dengan kasih sayang. Oleh karena itu, jangan terlalu buru-buru karena kita tidak akan membuah hasil yang bagus dengan membohonginya. Proses pemberian ASI dimulai dengan menyenangkan, jadi akhirilah dengan kehangatan.

  1. Jangan mengganti ASI dengan susu lainnya karena tidak terlalu perlu

Memberikannya susu sapi atau formula mungkin menjadi cara yang cepat untuk menghentikan pemberian ASI. Tetapi, terkadang cara yang cepat belum tentu yang terbaik. Hal ini hanya akan membuatnya berpikir bahwa ia harus tetap minum susu, tapi bukan dari payudara ibu. Padahal, susu seperti susu sapi dan bahkan formula belum tentu baik untuk kesehatannya dan ia juga tidak akan mengerti arti dari penyapihan dan akan mencari pelarian ke sus sapi atau formula.

  1. Belajar ikhlas

Saat orang tua sudah ikhlas, tentua semua hal terkait proses penyapihan akan berjalan lebih lancar.

Sekelas info tentang Gizi Tinggi Prestasi:

Pemerintah Indonesia, didukung oleh MCA-Indonesia telah melaksanakan Kampanye Komunikasi Gizi (KGN) Nasional, melalui IMA World Health. Kampanye ini adalah bagian dari Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat atau PKGBM. PKGBM dalah program Pemerintah Indonesia untuk mengurangi stanting yang didukung oleh Pemerintah Amerika Serikat melalui Millennium Challenge Corporation.

 

 

 

 

Asih, "Bidan Stanting" dari Kuala Behe

Asih, "Bidan Stanting" dari Kuala Behe

Waspada Pneumonia pada Anak, Janggan Anggap Ringan Gejala Batuk dan Sesak Nafas

Waspada Pneumonia pada Anak, Janggan Anggap Ringan Gejala Batuk dan Sesak Nafas