Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Cara Menaikkan Berat Badan Bayi

Cara Menaikkan Berat Badan Bayi

berat-badan-ayahbunda.co_.id_.jpg

Pada umumnya bayi dilahirkan dengan berat badan dan ciri yang berbeda satu sama lainnya, rata rata berat badan bayi yang baru lahir adalah 2500-4500 gram. Salah satu yang menentukan ukuran dan berat badan bayi adalah genetik, kesehatan ibu selama kehamilan, dan nutrisi yang diberikan disaat dalam kandungan. Anda jangan cemas ketika berat badan bayi anda rendah saat lahir, yang terpenting adalah berat badan yang dapat dicapai setelah bayi anda dilahirkan. Pada dasarnya berat badan bayi tercatat dalam grafik, salah satu grafik yang dapat menjadi panduan ibu adalah Kartu Menuju Sehat (KMS), dengan adanya grafik di dalam KMS akan membantu anda dalam acuan pertumbuhan normal bayi. Umumnya, pada bulan ke 4 bayi akan mengalami kenaikan berat badan dua kali lipat dari saat bayi anda dilahirkan. Meskipun demikian mengamati perkembangan berat badan saja tidak cukup, anda juga harus memperhatikan tinggi atau panjang bayi, lingkar kepala yaitu untuk mengukur mengetahui ukuran tengkorak dan juga otak bayi dalam pertumbuhan yang normal, sehingga dokter dapat mendeteksi dini pertumbuhan abnormal pada bayi. Anda jangan terburu-buru mengatakan bahwa bayi anda bermasalah dengan berat badan dikarenakan tidak dapat hanya dilihat dari penampilan bayi anda, cara tepatnya adalah dengan mengukur dan juga membandingkan berat badan dengan tinggi badan bayi anda. Apabila hasilnya, ditemukan bahwa berat badan bayi menunjukan kategori kurus maka anda dapat mencari penyebabnya.

Berikut adalah beberapa penyebab bayi tidak mengalami kenaikan berat badan yang maksimal:

  1. Manajemen atau polo menyusui yang kurang maksimal. Apakah si kecil menerima asupan kalori yang cukup?
  2. Kurang seimbangnya asupan nutrisi bayi, peranan ibu sangat besar untuk menentukan asupan nutrisi yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi bayi anda. Anda disarankan untuk cermat dalam pemberian MPASI.
  3. Bayi anda telah memasuki masa pertumbuhan tinggi badan sehingga gerak dan aktivitasnya yang aktif pada bayi yang berusia lebih dari 6 bulan menyebabkan berat badannya mengalami penurunan dalam jumlah yang wajar.
  4.  Bayi anda sedang mengalami gangguan kesehatan, salah satunya yaitu gangguan pencernaan (penyerapan makanan) atau diare sehingga nafsu makannya berkurang, mempengaruhi berat badan bayi.

Apabila berat badan bayi anda tergolong cukup lamban mengalami kenaikan, berikut adalah tips untuk menaikkan berat badan bayi:

  1. Asupan ASI berkualitas. Pada bayi dibawah usia 6 bulan, cara satu satunya adalah dengan meningkatkan pemberian asi yang berkualitas. ASI yang berkualitas dapat dihasilkan dari asupan makanan ibu menyusui, lengkapi kebutuhan nutrisi harian dan juga hindari tekanan yang membuat anda stres, sehingga mengurangi kualitas dan kuantitas asi.
  2. Ibu bisa tidur dekat dengan bayinya, karena ini akan meningkatkan prolaktin dan frekuensi menyusui.
  3. Berikan ASI kurang lebih setiap 2 jam sehari, dan satu kali pada malam hari. Ini akan meningkatkan.
  4. Ketika menyusui, pastikan bahwa ibu membiarkan si bayi untuk menyelesaikan satu payudara sebelum berpindah, dengan menunggu isyarat bahwa bayi sudah selesai, yaitu menarik mulutnya, berubah dari menghisap dan menelan ke seperti menghisap dot (pacifier), dan lain-lain. Selalu memberikan sisi payudara yang kedua, tetapi ibu tidak perlu khawatir jika bayi tampaknya tidak membutuhkan karena jauh lebih penting untuk bayi menyusui di satu payudara sampai selesai.
  5. Menambah margarin atau mentega ke dalam MPASI. Margarin dan mentega adalah sumber lemak yang mengandung banyak lemak yang diperlukan, serta berbagai vitamin seperti vitamin A, B1, CLA dan asam lemak esensial. Tetapi, ibu lebih baik untuk memilih mentega tawar, sebaiknya organik, karena garam dapat memberi tekanan berat kepada ginjal si si kecil. Mentega organik tidak akan mengandung hormon tambahan yang diberikan kepada sapi yang diternak. Jadi, ibu bisa menambahkan satu sendok teh margarin/mentega setelah mengukus atau merebus MPASI agar semua mineral dan vitamin tidak rusak karena panas.
  6. Buah yang padat kalori seperti alpukat, pisang, bahkan daging kelapa muda akan menambah asupan kalori si bayi selain ASI. Tetapi ingat, jangan dulu memberikan makanan padat ketika bayi masih di bawah 6 bulan karena bayi masih memerlukan ASI yang lebih bergizi.
  7. Jadwalkan Pemberian MPASI. Pada umumnya pada usia bayi anda memasuki pemberian MPASI (6 bulan ke atas), bayi akan mengurangi minum ASI, hal ini dinilai wajar dikarenakan asupan nutrisi lain sudah didapatkannya dari MPASI. Anda dapat menjadwalkan pemberian MPASI sebanyak 2-3 kali dalam sehari dengan porsi yang disesuaikan dengan usia bayi.
  8. Ibu dapat menyusun komposisi MPASI untuk mengetahui berapa banyak kalori yang dikonsumsi bayi. Contohnya, berikan komposisi 1:1 seperti 2 sendok makan nasi tim dengan 1 sendok lauk dan 1 sendok sayur.
  9. Ibu dapat menyusuun komposisi MPASI yang tepat. Contohnya, ibu dapat membuat MPASI dengan komposisi karbohidrat dan lauk dan sayur yang sebanding (50:50) seperti 4 sendok makan nasi tim dengan 2 sendok makan lauk dan 2 sendok makan sayuran.

Sumber: Bidanku.com, id.theasianparent.com

IDAI Luncurkan Aplikasi Untuk Pantau Tumbuh Kembang Anak

IDAI Luncurkan Aplikasi Untuk Pantau Tumbuh Kembang Anak

Waspadai Janin yang Tidak Berkembang

Waspadai Janin yang Tidak Berkembang