Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Tanda Perkembangan Anak yang Terlambat

Tanda Perkembangan Anak yang Terlambat

inilah-com.jpg

Tanda Perkembangan Anak-Bayi yang Terlambat

Ada beberapa tanda perkembangan anak bayi yang terlambat, dan perlu difahami oleh setiap orang tua. Tanda atau ciri-ciri tersebut ini dengan jelas dimunculkan oleh si kecil sehingga para orang tua harus peka dan mampu memahami tanda dari keterlambatan tersebut. Tetapi dengan mengenali tanda-tanda berikut, bukan berarti orang tua harus kecil hati. Setiap anak terlahir sempurna dan kita harus tetap berdoa dan mendukung pertumbuhan mereka.

  1. Belum bisa berjalan pada usia 1.5 tahun

Saat kecil menginjak usia 1 tahun, maka anak akan terus merangkat dan perayap hingga mulai akan belajar berdiri. Apabila pada usia 1.5 tahun ternyata tidak ada tanda bahwa ia berusaha untuk berjalan, itu artinya ada masalah pada perkembangan tubuhnya yang perlu ibu waspadai.

Ada beberapa macam faktor yang menjadi penyebab anak terlambat berjalan. Salah satunya adalah karena kurangnya dorongan ataupun kesempatan untuk dapat berjalan. Ibu hanya perlu memberinya waktu dan membantunya agar bisa jalan.

2. Kesulitan memegang benda

Memegang benda tentunya menjadi salah satu dari keterampilan fisik dan mental yang menandakan bagaimana sarafnya bekerja. Apabila si kecil masih belum sempurna dalam memegang sebuah obyek artinya dia masih belum matang di dalam perkembangan ototnya, penglihatan dan motoriknya. Salah satu faktor yang menjadi penyebab kurangnya kemampuan tersebut adalah mereka belum terbiasa.

3. Kaku di saat bergerak

Saat melihat si kecil, kok tampak sangat kaku? Biasanya hal tersebut disebabkan oleh hypertonia, yaitu adanya kontak otot anak yang bermasalah. Kaku di saat bergerak bisa juga ditandai dengan kesulitan si kecil bergerak dari satu posisi ke posisi lainnya. Hal tersebut biasanya disebabkan adanya kelainan pada otak sehingga terlambat dalam mengirimkan sinyal.

Sumber: tipsanakbayi.com

Aneka Nasi Tim dengan Olahan Daging

Aneka Nasi Tim dengan Olahan Daging

Cara Olah Daging Untuk MPASI

Cara Olah Daging Untuk MPASI