Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Syarat Ibu dengan HIV Boleh Menyusui Bayi

Syarat Ibu dengan HIV Boleh Menyusui Bayi

merdekacomASI-Aids.jpg

  ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Tapi bagaimana bila ibu menyusui mengidap HIV? Apakah tetap boleh menyusui?

HIV memang dapat menular dari ibu yang terinfeksi HIV kepada bayinya. Penularan dapat terjadi selama menyusui melalui ASI. Maka itu, ibu harus memperoleh informasi yang benar dan aman tentang pemberian makan pada bayinya. Sebetulnya, Ibu dengan HIV boleh menyusui maksimal 6 bulan tanpa boleh diselingi dengan makanan pengganti ASI. Namun, inipun dengan syarat bilamana :

  • ibu telah patuh minum obat ARV 100% selama minimal 6 bulan sebelum persalinan dan ARV terus dilanjutkan atau,
  • viral load tidak terdeteksi dalam darah dan ARV dilanjutkan terus
  • tidak ada lecet atau luka pada puting susu ibu ataupun pada mulut bayi
  • bayi mendapatkan profilaksis ARV selama 6 minggu
  • ibu telah diajarkan dan dibimbing oleh bidan atau dokter cara menyusui bayi dengan baik dan benar.

 

 

Vitamin dan Mineral Bagi Ibu Menyusui

Vitamin dan Mineral Bagi Ibu Menyusui

Pemberian ASI ataukah Susu Formula, Bila Ibu Positif HIV?

Pemberian ASI ataukah Susu Formula, Bila Ibu Positif HIV?