Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Suplemen Penting Saat Ibu Hamil
nutrisi-ibu-hamil.jpg

Pemenuhan gizi ibu semasa hamil penting untuk diperhatikan, karena sangat penting bagi pertumbuhan janin dan kesehatan ibu pula. Umumnya, kebutuhan gizi akan meningkat semasa hamil. Untuk dapat memenuhi kebutuhan itu seringkali zat-zat gizi yang diperoleh dari sumber bahan makanan mungkin kurang mencukupi. Ibu masih perlu mendapatkan tambahan suplemen vitamin dan mineral. Suplemen apa saja yang biasanya diberikan saat ibu hamil?

  1. Asam folat

Folat merupakan kelompok vitamin B. Pemberian asam folat  sejak awal masa kehamilan dapat mengurangi risiko terjadinya bayi lahir prematur, mencegah cacat pada batang saraf, dan terjadinya megaloblastik anemia. Biasanya dokter memberikan asam folat 400 mikrogram per hari.

Pada sumber bahan makanan kandungan asam folat terdapat pada sayuran berdaun hijau seperti brokoli, bayam, asparagus, daging, telur, hati, kacang-kacangan, jeruk.

  1. Zat besi

Kebutuhan zat besi ibu hamil lima puluh persen lebih banyak. Jika sebelum hamil kebutuhannya 26 mg/hari, maka ketika hamil 36 mg/hari.  Tambahan ini  dibutuhkan untuk meningkatkan  volume darah. Kebutuhan zat besi terbesar terjadi pada trimester akhir kehamilan di mana janin menyimpan zat besi sebagai cadangan dalam tubuhnya.

Manfaat zat besi bagi ibu hamil yaitu mencegah terjadinya anemia defisiensi zat besi, mengurangi risiko bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR).

Kandungan zat besi terdapat pula pada bahan makanan daging merah, unggas, kuning telur, sayuran hijau, serealia, dan kacang-kacangan.

Umumnya, suplemen dengan kandungan besi-folat disebut dengan tablet tambah darah. Biasanya  berisi 250 mg zat besi dalam bentuk sulfas ferrosus (setara dengan 60 mg besi elemental) dan 400 mikrogram folat. Suplemen ini diberikan  sejak awal pemeriksaan ibu hamil. Diminumnya setiap hari berturut-turut minimal 90 hari selama kehamilan. 

Suplemen ini dianjurkan diminum dengan disertai buah atau jus yang mengandung vitamin C agar penyerapannya lebih baik. Namun, tidak dianjurkan meminumnya dengan air teh, susu, atau kopi.

Pada beberapa ibu ada yang akan merasakan mual, nyeri di daerah lambung, muntah, diare, atau bahkan sembelit setelah mengonsumsi tablet tambah darah ini. Untuk menghindari efek tersebut maka dianjurkan mengonsumsi tablet tambah darah disertai dengan air putih, setelah makan malam atau sebelum tidur. Bagi ibu yang mengonsumsi tablet tambah darah sering ditemui tinjanya akan berwarna hitam. Hal ini bukan suatu yang membahayakan.

  1. Kalsium

Kebutuhan kalsium terutama dibutuhkan di semester kedua kehamilan, di mana terjadi percepatan masa pertumbuhan janin. Kalsium penting pula untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin. Dokter biasanya memberikan suplemen kalsium dengan dosis 500  mg.

Kandungan kalsium juga terdapat pada bahan makanan sumber seperti susu, produk susu, telur, ikan, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

(Dari berbagai sumber)

Buat Apa Korupsi? ASI Saja Sudah Cukup

Buat Apa Korupsi? ASI Saja Sudah Cukup

Menu Makan untuk Atasi Mual dan Muntah pada Ibu Hamil

Menu Makan untuk Atasi Mual dan Muntah pada Ibu Hamil