Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Stimulasi Membuat Bayi Cerdas

Stimulasi Membuat Bayi Cerdas

mainan-bayi.jpg

Sering kita melihat bayi yang diajak bermain ciluk ba untuk membuatnya tertawa, dibunyikan mainan kerincingan untuk dia melihat, dan sebagainya. Jangan anggap hal itu tak berguna. Lewat beragam permainan sebetulnya bayi tengah dirangsang kecerdasannya. Meski kelihatannya bayi belum bisa apa-apa dan belum mengerti, namun bayi sudah bisa menerima informasi lewat panca inderanya, yaitu indera pendengaran, penglihatan, perabaan, pengecapan, dan penciuman. Selain lima indera tersebut, masih ada dua lagi yaitu keseimbangan tubuh serta gerak antar sendi. Kesemuanya ini disebut dengan sistem sensorik, yang akan menjadi dasar terbentuknya motor sensorik dan motor persepsi. Ketika merangsang sensorik bayi, tidak hanya satu sensorik saja yang terstimulasi. Otomatis sensorik lainnya akan terstimulasi pula. Misalnya, yang dirangsang adalah pendengarannya dengan mainan kerincingan, namun otomatis penglihatannya pun ikut dirangsang.

Rangsang atau stimulasi yang diberikan pada bayi ini tentunya bertujuan pada suatu kemampuan yang dicapainya. Maka sebaiknya orangtua mesti tahu mengenai tahapan perkembangan anak sesuai usianya. Kemampuan apa yang harus sudah dicapai anak sesuai usianya. Misalnya, usia 1 bulan bayi sudah harus bisa mengangkat kepala. Jadi, sebelum bayi mampu mengangkat kepalanya, kemampuan itu harus sudah dirangsang. Caranya dengan sering memposisikan bayi tengkurap.

Setiap rangsang yang diberikan pada bayi, maka rangsang tersebut akan diterima oleh sistem sensoriknya. Kemudian informasi yang diterima itu akan diolah oleh otaknya. Dengan sering menstimulasi bayi, otak akan menerima dan menyaring informasi yang masuk serta menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Otak yang sering mendapat rangsang stimulasi akan membuat kemampuan kognitif bayi meningkat dan bayi menjadi cerdas.

 

Perkembangan Bayi Usia 0-3 Bulan

Perkembangan Bayi Usia 0-3 Bulan

Kenali Tahapan Perkembangan Anak Usia Dini

Kenali Tahapan Perkembangan Anak Usia Dini