Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Sosialisasi Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi : Pentingnya Intervensi Dalam Seribu Hari Pertama Kehidupan

Jakarta – Intervensi gizi dalam seribu hari pertama kehidupan adalah hal penting yang perlu terus dilakukan. Technical Advisor Gerakan Percepatan Perbaikan Gizi untuk Bappenas Dini Latief beralasan, asupan gizi dalam seribu hari pertama seorang anak bakal menentukan masa depannya.Sayangnya, tingkat pemahaman masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Misalnya, di Jawa Barat ada penumpukan tablet zat besi, juga dikenal sebagai tablet penambah darah, sebesar 500,000 sachet. Padahal, zat besi yang berfungsi mencegah anemia adalah salah satu nutrisi yang penting untuk janin. Anemia berbahaya karena bisa menyebabkan perdarahan saat persalinan dan kematian pada ibu. Adapun bayinya berisiko lahir prematur dengan berat dan tinggi badan yang rendah.

Sebagai bagian dari Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan, pemerintah menyalurkan bantuan tablet zat besi ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Ibu hamil bisa mendapatkan tablet itu secara gratis.

“Hanya 30% ibu hamil di Indonesia yang minum tablet penambah darah, dan mayoritas cuma minum 90 tablet dari 210 tablet yang diwajibkan,” ujar Dini di Hotel Crowne Plaza, 6 Juni 2014. “Agar tujuan gerakan ini tercapai, perlu kerja sama lebih baik dari masyarakat. Antara lain, dengan memiliki kesadaran dan disiplin lebih tinggi untuk meminum tablet itu.”

Menurut Dini, ada tiga risiko bagi anak yang kekurangan gizi pada seribu hari pertama kehidupannya. Pertama, mereka memiliki risiko tinggi untuk mudah sakit. Kedua, perkembangan otak anak terancam bermasalah, sehingga kemampuan berpikirnya pun akan melemah. Ketiga, pertumbuhan fisik mereka juga terganggu sehingga besar kemungkinan badannya menjadi pendek (stunting).

Seribu hari yang Dini maksud adalah 270 hari selama di dalam kandungan dan 730 hari pertama setelah bayi lahir. Karena pentingnya seribu hari pertama itu, Kementerian Kesehatan  mencanangkan Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan sebagai upaya menanggulangi gizi buruk anak Indonesia.

Dini adalah salah satu pembicara dalam acara Sosialisasi Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dan Rapat Koordinasi Teknis Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Stunting (PKGBM). Acara tersebut diselenggarakan oleh Millennium Challenge Account-Indonesia, lembaga wali amanat yang dibentuk Pemerintah Indonesia sebagai pelaksana program hibah Compact dari Millennium Challenge Corporation (MCC). MCA-Indonesia melalui PKGBM mendukung program pemerintah untuk mempercepat penurunan prevalensistunting. (Rienta Primaputri/MCA-Indonesia)

 

Sosialisasi Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi : Mencegah Anak Stunting, Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Sosialisasi Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi : Mencegah Anak Stunting, Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Penandatanganan Amendemen Perjanjian Kerja Sama dengan Kementerian Kesehatan