Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Siasati Konsumsi Cairan Bagi Ibu Hamil yang Berpuasa

Siasati Konsumsi Cairan Bagi Ibu Hamil yang Berpuasa

buletin-sehat-com-konsumsi-cairan.jpg

Meskipun sebetulnya ibu hamil diperbolehkan tidak berpuasa, mungkin sebagian ibu ada yang mampu menjalaninya. Tak masalah jika tidak membahayakan kesehatan ibu dan juga janin. Hanya saja bumil perlu memerhatikan mengenai asupan makan dan minumnya. Untuk konsumsi cairan, idealnya bumil mengonsumsi cairan 1,5 – 2 liter setiap harinya atau sekitar 8 gelas ukuran 200 ml. Bahkan lebih banyak lagi bila cuaca panas dan ibu aktif bergerak. Hal ini mencegah agar ibu tidak mengalami dehidrasi.

Sejumlah kebutuhan cairan yang harus dipenuhi bumil tersebut perlu disiasati selama bulan puasa. Karena selama siang hari ibu tidak akan memperoleh asupan makanan dan minuman. Tentunya ketika sahur ataupun berbuka, ibupun tidak mungkin mengonsumsi cairan dalam jumlah banyak sekaligus. Jadi, yang dapat bumil lakukan antara lain :

  • Atur konsumsi cairan di saat waktu sahur

Ibu bisa minum dengan jumlah yang cukup atau lebih. Perkirakan kemungkinan di jam-jam selanjutnya ibu tidak bisa mengonsumsi cairan sampai waktu berbuka. Selain dari minuman, cairan juga dapat diperoleh dari makanan. Jadi, konsumsilah makanan berkuah dan buah-buahan yang mengandung tinggi kadar airnya seperti semangka, melon, dan sebagainya.

  • Berbukalah dengan konsumsi pertamanya air dan buah kurma

Kurma memiliki kandungan glukosa alami yang tinggi dan bisa membantu menggantikan cairan yang hilang selama berpuasa.

  • Atur konsumsi cairan di sela-sela waktu setelah berbuka puasa.

Setelah waktu berbuka bumil mempunyai waktu lebih panjang di malam harinya. Jadi, perkirakan kapan waktu-waktunya untuk bumil mengonsumsi cairan minuman dan makanan berkadar air tinggi di rentang waktu tersebut.

  • Hindari mengonsumsi minuman teh atau kopi. Kandungan kafein di dalam minuman tersebut bisa membuat ibu kehilangan cairan lebih banyak saat buang air kecil.

(dari berbagai sumber).

Sistem Layanan Darurat Medis Gratis 119

Cegah Dampak Kurang Gizi Seimbang