Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Seluruh Puskesmas Wajib Buka 24 Jam

Pemerintah kabupaten (Pemkab) Malang mewajibkan seluruh puskesmas di wilayahnya membuka layanan kesehatan selama 24 jam. Kebijakan ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Abdurrahman mengatakan, saat ini seluruh puskesmas di wilayahnya sudah menyediakan rawat inap, sehingga layanan 24 jam menjadi keharusan. ”Kita wajibkan semua puskesmas untuk buka pelayanan selama 1 x 24 jam,” katanya di sela ”Diklat Peningkatan Kompetensi Tenaga Perawat Rumah Sakit dan Puskesmas Angkatan I dan II Tahun 2016,” di Kecamatan Pujon.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Abdul Malik menambahkan, puskesmas merupakan ujung tombak keberhasilan pelaksanaan pembangunan kesehatan. ”Pada dasarnya, konsep pelayanan rumah sakit dan puskesmas adalah konsep pelayanan kesehatan yang ada di desa. Dengan harapan, jika terjadi masalah kesehatan pada wilayah kerjanya dapat segera diketahui untuk melakukan penanganan sesuai dengan tingkat kebutuhannya,” tuturnya.

Menurut Malik, Pemkab Malang terus mengupayakan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Pemkab akan memperbaiki sarana dan prasarana kesehatan, agar masyarakat semakin mudah mengakses pelayanan kesehatan seperti ke rumah sakit, puskesmas dan poskesdes.

“Pelayanan kesehatan di tingkat desa, poskesdes memerlukan tenaga perawat kesehatan yang benar-benar memiliki keterampilan dan profesionalisme dalam melayani kesehatan masyarakat,” katanya. Malik berharap diklat yang digelar bisa menjadi media pelatihan bagi para perawat.

(Sumber : www.koran-sindo.com)

HSU Kalsel Deklarasikan Gerakan Stop BABS

Lahan Sanitasi Makin Berkurang

Lahan Sanitasi Makin Berkurang