Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Sebagian Puskesmas Tidak Akan Diubah

Sebagian Puskesmas Tidak Akan Diubah

mediaindonesia.jpg

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan menaikkan status seluruh puskesmas tingkat kecamatan menjadi rumah sakit (RS) tipe D atau RS kecamatan, terutama di wilayah yang lokasi rumah sakit umum daerahnya (RSUD) dekat. Gubernur Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, jika wilayah RSUD-nya dekat, lalu puskesmasnya diubah menjadi RS, ia khawatir RS tipe D itu sepi. Warga tetap memilih berobat ke RS besar.

Ia mengakui sebelumnya memang menargetkan seluruh wilayah kecamatan memiliki RS. Namun, itu tidak mungkin dilakukan, karena di beberapa wilayah, kehadiran RS kecamatan akan menjadi tidak optimal. Gubernur menyebutkan wilayah yang puskesmasnya tidak akan diubah menjadi RS, antara lain Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu. Alasannya, di lokasi itu telah tersedia RS Pasar Minggu.

"Di Grogol akan kita bangun RS, di lahan yang dibeli dari RS Sumber Waras. Karena itu, (kalau) nanti (dibangun RS kecamatan), malah sepi, karena warga akan lebih pilih RS besar," kata Ahok di Balai Kota, pekan lalu.

Bahkan, ujarnya, ia tidak akan lagi menerapkan pola pendirian RS kecamatan dengan cara meningkatkan kapasitas puskesmas kecamatan, sebab cara itu tidak membuat kondisi RS kecamatan menjadi maksimal, karena bangunan puskesmas yang sempit.

"RS kecamatan itu butuh bangunan lebih luas. Kita putuskan, untuk (membangun RS kecamatan) cari lahan baru dan membangun dari nol," kata Ahok.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan DKI Jakarta Een Hariyani mengungkapkan biaya peningkatan kelas puskesmas kecamatan menjadi RS yang dikeluarkan dari APBD mencapai Rp20 miliar per RS. Sementara itu, biaya operasionalnya Rp40 miliar per tahun untuk setiap RS

(Sumber : www.mediaindonesia.com)

Menteri Kesehatan : Harus Bisa Eliminasi Malaria

Menteri Kesehatan : Harus Bisa Eliminasi Malaria

Tenaga Sanitasi Baru 60 Persen

Tenaga Sanitasi Baru 60 Persen