Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Satu Telur Sehari, Cegah Stanting!

Satu Telur Sehari, Cegah Stanting!

Belakangan ini, sebuah penelitian di Ekuador menunjukkan bahwa telur membawa lebih banyak manfaat untuk balita daripada yang kita pernah pikirkan. Bahkan para peneliti menjadi sangat percaya diri bahwa dengan satu telur sehari, risiko anak terkena stanting di kemudian hari akan semakin berkurang.

Penelitian ini dilakukan oleh Laora Lannoti dan koleganya di perdesaan Ekuador. Selama 6 bulan, bayi berusia 6 sampai 9 bulan dari 163 ibu dan atau pengasuhnya. Sebelum penelitian berlangsung, semua bayi ditimbang dan dikur panjang badannya. Dan setelah 6 bulan, informasi yang sama juga diambil setelah penelitian. Namun, hanya setengah dari 160 bayi diberi telur dan setengah dari mereka adalah kelompok control.

Setiap minggu, tim peneliti mengunjungi rumah para ibu setiap minggu untuk melihat kemungkinan bayi ada alergi telur. Setelah 6 bulan, para peneliti ingin melihat jika berat badan bayi yang sudah diberi telur setiap hari, serta panjang badannya mengalami perubahan.

“Kami sangat kaget dengan efektivitas intervensi ini. Pemberian telur bisa menjadi cara yang murah untuk mencegah stanting,” ujar Lannotti. Di akhir penelitian, berat badan bayi yang diberi telur tidakberkurang, dan pertumbuhan mereka secara menyeluruh juga sangat baik dan sesuai usia – jadi mereka tidak lebih pendek atau kurus untuk anak-anak di usia mereka.

Untuk lebih spesifik, 26% bayi di kelompok control dan 37% di kelompok telur mengalami pertumbuhan yang terhambat. Saat penelitian selesai, angka pertumbuhan terhambat atau stanting di kelompok bayi yang diberi telur turun menjadi 21% sehingga prevalensi “stanting” pada mereka turun sebanyak 47%.

Untuk sebelum itu, apakah yang dimaksud oleh stanting? Stanting adalah salah satu efek dari kekurangan gizi. Jika anak kekurangan gizi, berbagai tanda akan muncul seperti gampang sakit, sering diare, dan tubuh anak akan cenderung lebih pendek dibanding teman-teman sebayanya. Inilah yang disebut stanting dan stanting adalah aspek penting dari kekurangan gizi yang tim Gizi Tinggi Prestasi kampanyekan selama ini.

Telur mengandung banyak sekali nutrisi untuk anak seperti protein dan sumber gizi lainnya yang dibutuhkan anak untuk pola makan yang sehat serta seimbang. Dan setelah penelitian ini selesai, para meneliti melihat bahwa telur sepertinya menjadi salah satu cara yang aman dan efektif untuk meningkatkan status gizi anak agar ia tidak stanting. Memang ada risiko alergi pada bayi, namun oleh karena itu telur sebaiknya dimasak sampai matang untuk dicampur ke MPASI dengan cara dihancurkan atau dilumatkan. Namun, meurut artikel dari National Health Services menunjukkan bahwa alergi telur lebih sering terjadi di Negara seperti Inggris dan Amerika.

Namun, di sini kita tetap mengingatkan bahwa untuk menjaga asupan gizi yang baik dan seimbang memang harus dimulai dari sejak kehamilan. Dan setelah lahir, bayi dianjurkan oleh World Health Organization untuk diberi ASI saja selama 6 bulan pertama, dan diteruskan dengan makanan pendamping ASI atau MPASI sampai anak berusia 2 tahun. MPASI juga harus beragam sehingga kebutuhan gizi mereka terpenuhi. Semoga artikel ini membantu untuk menambah referensi karena pencegahan stanting sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan untuk menyelamatkan sekitar 155 juta anak di dunia yang sudah terkena stanting, dan kebanyakan berasal dari keluarga engan ekonomi rendah sampai menengah.

 

Sumber: American Journal of Pediatrics, BBC.com, NHS.uk

Mengapa MPASI Harus dan Hanya Dimulai Pada Usia 6 Bulan?

Mengapa MPASI Harus dan Hanya Dimulai Pada Usia 6 Bulan?

Peran Ayah pada Pemberian ASI Eksklusif

Peran Ayah pada Pemberian ASI Eksklusif