Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Puskesmas Harus Lebih Aktif!

Puskesmas Harus Lebih Aktif!

large-puskesmas.jpg

Di Kabupaten Berau, evolusi kewenangan dan peran terhadap program kesehatan terus bergulir. Selain itu, puskesmas di kecematan sedang dapat dibilang sangat dominan. Bahkan, penyusunan program kegiatan lebih banyak dilakukan oleh Puskesmas untuk diterapkan di lapangan dibandingkan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes). Hal tersebut harus ditanggapi dengan baik karena perubahan tidak harus dimulai dengan skala besar.

Eko Siswadi adalah Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Berau menyadari peran penting yang dipegang oleh puskesmas, terutama Puskesmas Induk dalam program kesehatan khususnya di daerah yang terpecil, atau di kampung. “Kalau dulu peranan dari Dinas kemudian diturunkan ke lapangan, namun saat ini lebih banyak disusun oleh Puskesmas,” ungkapnya pada Senin kemarin (26/09). Kita juga harus mengingat bahwa tidak semua daerah memiliki permasalahan kesehatan yang sama, jika penerapan di lapangan harus sangat intensif. Maka, susunan program harus disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.

Tentu, Dinas Kesehatan (Dinkes) tetap memiliki program umum yang diturunkan kepada berbagai puskesmas. Namun, penerapannya memiliki pola yang berbeda yang akan diatur oleh pihak puskesmas. Kemudian, Dinkes lebih pada monitoring kegiatan dan evaluasi berkala. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan berkala sesuai dengan program kegiatan. Dijelaskan ada monitoring lapangan khusus ke puskesmas di kecamatan untuk membahas program yang sudah dilaksanakan.

“Kita evaluasi juga, disesuaikan dengan temanya, ada lintas program dan ada lintas sektoral,” ujarnya lagi. Untuk lintas sektoral, akan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan berbagai pihak yang ada di kecamatan mulai dari puskesmas, pustu, posyandu, aparat keamanan setempat dan pemerintahan desa.

Untuk sementara, lintas program hanya dilakukan di lingkup puskesmas. “Biasanya, kita undang pustu-pustu, kader posyandu untuk membahas program yang dijalankan sekaligus evaluasinya,” jelasnya.

Menurut Eko, kesuksesan secara keseluruhan membutuhkan keterlibatan masyarakat dari berbagai bidang dan program kesehatan. Pada akhirnya, puskesmas akan menjadi sebuah tempat edukasi dan penanganan akhir. Namun, dalah prosesnya diperlukan upaya lebih keras untuk menanamkan pemahaman itu.

Sumber: Radar Kaltim

10 Langkah Bersih Siapkan MPASI, Dapat Cegah Bayi dari Sakit

10 Langkah Bersih Siapkan MPASI, Dapat Cegah Bayi dari Sakit

Bila Bayi Usia 6 Bulan ke Atas Sakit, Berikut Ini Pemberian Makannya!

Bila Bayi Usia 6 Bulan ke Atas Sakit, Berikut Ini Pemberian Makannya!