Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Program Penyediaan Air Minum di Bantul

Program Penyediaan Air Minum di Bantul

penampungan-air_20160322_001510-e1458706038480.jpg

Pemenuhan kebutuhan air bersih terutama di wilayah yang jauh dari sumber air terus diupayakan pemerintah dalam program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Salah satu wilayah ini adalah Bantul, Yogyakarta. Peresmian pemanfaatan sarana minum program Pamsimas II diselenggarakan di Kabupaten Bantul di Kersan, Triwidadi Pajangan (21/3/2016). “Dalam program Pamsimas II tahun 2014-2015, 18 desa di Bantul menjadi sasaran dan juga telah terpasang 3.630 sambungan rumah dan dimanfaatkan 16.977 jiwa. Harapan kami agar pemerintah Kabupaten Bantul dapat melanjutkan upaya peningkatan pelayanan air minum dan sanitasi untuk masyarakat hingga seluruh warga mendapatkan akses air minum yang aman,” ungkap Muhamad Natsir, Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Menurutnya, tugas pemerintah dalam memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi masyarakat masih besar dengan target 100% akses bagi penduduk tercapai pada 2019.

Kepala Desa Triwidadi, Slamet Riyanto selaku perwakilan Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BP SPAMS) menuturkan, bahwa sasaran program Pamsimas memang kepada daerah-daerah perbukitan yang cenderung kekurangan air dan kebutuhan air bersih sangat besar, seperti desanya dan juga wilayah padat penduduk. "Sebelum ada program ini, warga untuk mengambil air air harus turun sejauh dua kilometer," terangnya.

Menurut Slamet, penyediaan air minum di desanya menggunakan sumur sedalam 130 meter. Hingga kini sudah ada sekitar 50 KK yang memasang sambungan air bersih, terutama pada rumah yang berada di atas bukit. "Harapannya ini bisa meningkatkan warga secara ekonomi. Waktu yang digunakan untuk mengangkut air bisa untuk pekerjaan lainnya," ujarnya.

(Sumber: Tribun Jogja)

 

Pasokan Air Bersih di Perkotaan Terancam

Pasokan Air Bersih di Perkotaan Terancam

Madiun Serius Wujudkan Sanitasi Sehat

Madiun Serius Wujudkan Sanitasi Sehat