Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Program Pengendalian Resistensi Antimikroba

Program Pengendalian Resistensi Antimikroba

tribunnews-com.jpg

Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek menegaskan, Indonesia berkomitmen dalam pengendalian resistensi antimikroba (AMR). Langkah yang telah dilakukan adalah berfungsinya Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA) yang dibentuk pada 2014. Juga pelaksanaan program pengendalian resistensi antimikroba di 144 rumah sakit rujukan serta Puskesmas di 5 provinsi pilot project. Pentingnya pengendalian ini didasarkan fakta resistensi antimikroba tak hanya terjadi pada manusia, namun juga pada hewan dan tanaman. "Oleh karena itu, perlu pendekatan One Health, yang melibatkan sektor kesehatan, pertanian (termasuk peternakan dan kesehatan hewan) serta lingkungan," katanya.

“Bulan April ini Indonesia melakukan review program AMR dan menyempurnakan Rencana Aksi Nasional, dengan asistensi WHO SEARO,” jelas Menteri Kesehatan saat pertemuan Menteri Kesehatan 12 negara se-Asia Pasifik di Tokyo, Minggu (17/4/2016). Pertemuan ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan,Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang, bersama WHO Regional Asia Tenggara (SEARO) dan Regional Pasifik Barat (WPRO).

Para delegasi berbagi pengalaman mengenai situasi dan program pengendalian AMR di negara masing-masing. Pakar AMR dari WHO, FAO (Badan Pangan Dunia), OIE (Organisasi Kesehatan Hewan Dunia) serta akademisi dan praktisi yang hadir pada pertemuan tersebut mengingatkan ancaman kesehatan global yang serius apabila AMR tidak segera ditangani secara terpadu dan multisektoral.

"Isu AMR ini penting mengingat kegagalan atau keterlambatan dalam menangani AMR akan mengakibatkan dampak negatif yang masif pada kesehatan, ekonomi, ketahanan pangan dan tujuan pembangunan berkelanjutan," katanya.

(Sumber : www.tribunnews.com)

 

Diskes Harus Maksimalkan Penanganan Gizi Buruk dan Sweeping di Lapangan

Diskes Harus Maksimalkan Penanganan Gizi Buruk dan Sweeping di Lapangan

Komunikasi Efektif Nakes pada Ibu Hamil

Komunikasi Efektif Nakes pada Ibu Hamil