Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Program Hibah dari MCA-Indonesia Untuk Kurangi Stanting di OKI

Program Hibah dari MCA-Indonesia Untuk Kurangi Stanting di OKI

antarasumsel-com-mca-indonesia.jpg

Millennium Challenge Account-Indonesia dalam program hibahnya 2013-2018 melaksanakan Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat (PKGBM) untuk mengurangi stanting di sejumlah desa di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Setelah berjalan selama tiga tahun, realisasi program ini di lapangan disaksikan langsung sejumlah anggota Majelis Wali Amanat MCA-Indonesia di dua desa OKI yakni Desa Pangarayan dan Desa Sugih Waras.

Sejumlah warga di masing-masing desa itu dikumpulkan oleh para pelatih untuk mendengarkan penjelasan mengenai sanitasi terkait dengan "Stop Buang Air Besar Sembarang" yang ditengarai berkaitan dengan kasus stanting (kekurangan gizi berulang dalam waktu lama pada masa janin hingga 2 tahun pertama kehidupan seorang anak).

Senior Advisor MCA-Indonesia Syarial Loetan mengatakan, tahapan dari kegiatan "Stop Buang Air Besar Sembarangan" ini terdiri atas persiapan, pemicuan dan pasca pemicuan. “Setelah dilakukan pemicuan, mendorong kesadaran masyarakat untuk mau mengaplikasikannya. Setelah muncul kesadaran, masyarakat biasanya akan menyelenggarakan rapat pleno desa. Nanti di sana akan muncul ide bagaimana sanitasi ini dapat diterapkan. Misal, ada arisan jamban seperti di desa-desa lain," kata dia.

Terkait dengan ide dari masyarakat pasca pemicuan ini, MCA-Indonesia tidak akan terlibat, tapi menyerahkan sepenuhnya ke masyarakat. "Justru model seperti ini dipercaya ada keberlangsungan dibandingkan dengan diberikan bantuan langsung. Jika masyarakatnya sudah sadar sendiri mengenai sanitasi, sejatinya mereka akan rela mengeluarkan uang sendiri untuk membuat jamban, hidup bersih dan lainnya," katanya.

Kepala Desa Sugih Waras Irwani mengatakan, dari 340 kepala keluarga yang ada di desanya masih terdapat 66 kepala keluarga yang tidak memiliki jamban. "Masyarakat sebenarnya sudah tahu bahwa memiliki jamban itu suatu keharusan. Namun, masih ada yang terkendala masalah uang, dan tempat tinggal, semisal karena mengontrak rumah," kata dia.

Sejauh ini Desa Sugih Waras melalui Anggaran Dana Desa sudah merencanakan membuat MCK Umum yang diproyeksikan bagi warga yang tidak memiliki jamban.

PKGBM ini dikerjakan lintas sektoral, melibatkan Kementerian Kesehatan, Bappenas, Kementerian PU Pera, dan MCA-Indonesia sebagai lembaga sosial masyarakat yang menyalurkan dana hibah di bidang tersebut. Proyek ini memiliki tiga kegiatan, Program Generasi Sehat Cerdas, peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan, dan pelaksanaan kegiatan komunikasi dan manajemen proyek.

Pada kegiatan di Desa Pangarayan OKI, digelar Program Generasi Sehat Cerdas yang memberikan edukasi ke masyarakat setempat mengenai pentingnya memberikan gizi terbaik pada 1000 hari pertama anak sejak dari dalam kandungan.

Senior Advisor MCA-Indonesia Syarial Loetan mengatakan, inti dari semua program ini yakni menyangkut investasi jangka panjang bangsa ini, yaitu  bagaimana membuat generasi Indonesia di masa mendatang memiliki daya saing.

(Sumber : www.antarasumsel.com)

Buang Air Besar Sembarangan Masih Dilakukan Warga Tepi Sungai

Buang Air Besar Sembarangan Masih Dilakukan Warga Tepi Sungai

MCA-Indonesia Fokus Turunkan Stanting di OKI

MCA-Indonesia Fokus Turunkan Stanting di OKI