Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Posyandu Teratai Pamijahan Jadi Percontohan

Posyandu Teratai Pamijahan Jadi Percontohan

radarcirebon.jpg

  Ratusan perwakilan desa se-Kabupaten Cirebon mengikuti koordinasi pengintegrasian layanan dasar Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Gedung NU Sumber (26/4/16). Mereka belajar kepada Posyandu Teratai Desa Pamijahan Kecamatan Plumbon, yang meraih Juara Pertama se-Jawa Barat sebagai Posyandu Terbaik. Hadir dalam acara tersebut Bupati Sunjaya Purwadisastra dan para pejabat Setda Kabupaten Cirebon.

Acara ini menjadi ajang ekspose bagi Posyandu Teratai untuk memberikan inspirasi pengelolaan posyandu yang baik. Ketua Posyandu Teratai, Nunung Nur Hasanah menyampaikan, posyandu menjadi garda terdepan untuk memberdayakan masyarakat yang mandiri dan terintegrasi. Salah satu sukses di Posyandu Teratai ialah mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelayanan posyandu. “Cakupan imunisasi kita mencapai 92 persen, pelayanan Keluarga Berencana 75 persen, dan pelayanan lain 100 persen,” ungkap Nunung.

Peningkatan partisipasi ini, kata Nunung, lantaran pihaknya melakukan tindakan Pra Yandu, Hari H, dan Pasca Yandu. Kegiatan Pra Yandu dilakukan dengan berkeliling mendatangi donatur dan menyebarkan undangan kepada masyarakat. Pada hari pelaksanaan posyandu, pihaknya melakukan kegiatan melalui lima alur pelayanan; pendaftaran, penimbangan, pencatatan, penyuluhan dan pelayanan konsultasi. Kegiatan Pasca Yandu, pihaknya melakukan jemput bola kepada warga yang tidak hadir dalam pelayanan posyandu.

Selain meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mengikuti kegiatan pelayanan posyandu, pihaknya juga mampu mengintegrasikan kegiatan posyandu dengan kegiatan lain, seperti kegiatan tribina; bina keluarga balita, bina keluarga remaja dan bina keluarga lansia. Selain itu, ada kegiatan PAUD dan menerapkan jam belajar dari 19.00 - 20.00 WIB. “Pada jam belajar ini, keluarga tidak boleh menonton televisi,” katanya.

Ada juga program tanaman toga, penerapan Pola Hidup Sehat dan Bersih, Pembentukan Satgas KDRT dan Trafficking, Peningkatan Kesehatan Lingkungan, Penyuluhan, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga, dan Kegiatan Sosial dengan menyantuni anak yatim sebanyak 90 orang. “Kegiatan santuan ini bekerja sama dengan ibu-ibu pengajian untuk menghimpun dana dari masyarakat. Alhamdulillah kita bisa menyantuni setiap anak Rp500 ribu. Total dalam sekali santunan itu kita memberikan dana Rp45 juta,” sebutnya.

Kabag Kesra Setda Kabupaten Cirebon Drs H Zaenal Abidin mengatakan, adanya kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kualitas posyandu dalam menunjang pembangunan. Posyandu menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan serta menekan jumlah balita pengidap gizi buruk. “Posyandu harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah desa/kelurahan,” ucapnya.

Sejauh ini, kata Zaenal, anggaran untuk Posyandu tersedia dari Anggaran Dana Desa (ADD). Sarana dan prasarana posyandu terutama yang ada di daerah-daerah terpencil terus ditingkatkan. “Saya lihat semua posyandu sudah memiliki fasilitas yang lengkap, yang paling penting kesadaran masyarakat. Adanya ekspose dari Posyandu Teratai yang sudah meraih juara satu Jawa Barat ini bisa diikuti oleh posyandu lain,” sebutnya.

(Sumber : www.radarcirebon.com)

 

1000 Hari Pertama Kehidupan Untuk Pencernaan Anak yang Sehat

1000 Hari Pertama Kehidupan Untuk Pencernaan Anak yang Sehat

HSU Kalsel Deklarasikan Gerakan Stop BABS