Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Posyandu Apung Penyelamat Gizi Balita di Mandau Telawang

Posyandu Apung Penyelamat Gizi Balita di Mandau Telawang

Picture1-e1489125744244.png

Kapuas, (10/3/2017), Istilah rumah ‘Rumah Sakit Apung’, mungkin sudah biasa anda dengar. Namun bagaimana dengan ‘Posyandu Apung’ ? Pasti jarang terdengar, namun masyarakat di Mandau Telawang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, posyandu apung ini adalah penyelamat bagi gizi Balita. Mandau Telawang di Kabupaten Kapuas, Kecamatan ini terbagi menjadi 10 desa, dengan jumlah penduduk sekitar 30 ribu jiwa . Kondisi sarana kesehatan di Kecamatan ini dapat dikatakan jauh dari cukup, jumlah bidan yang tersedia  hanya 5 orang, dan tanpa ada tenaga dokter diwilayah tersebut.

Kondisi geografis desa – desa di kecamatan Mandau Telawang memberikan tantangan tersediri bagi pemberian layanan kesehatan pada masyarakat. Hampir semua desa di kecamatan ini belokasi di wilayah terpencil dan hanya bisa dijangkau melalui transportasi sungai. Misalnya  untuk menuju Desa Masupa Ria harus ditempuh  selama 6 jam berperahu dari Sei Pinang (ibu kota kecamatan Mandau Telawang). Biaya yang dibutuhkan juga besar hingga sampai enam juta rupiah untuk biaya sewa perahu diluar biaya untuk supir perahu, bahan bakar dan makanan.

“Kami harus bermalam dua sampai tiga hari, hanya untuk melakukan satu kegiatan posyandu di desa,” Bidan Yuni,lanjutnya “Bahkan sering kali kami tidak bisa pulang, karena air surut dan perahu tidak bisa berjalan.”

Ini adalah gambaran wilayah Indonesia, setelah 72 tahun merdeka masih banyak masyarakat yang belum bisa menikmati layanan kesehatan dasar. Kendala jarak, sarana transporatasi, biaya , tenaga kesehatan dan waktu membuat kondisi sulit tersebut semakin sempurna.

Situasi ini menjadi perhatian dari program PKGBM (Program Kampanye Gizi Berbasis Masyarakat) yang di prakarasi oleh KEMENKES dan MCA-I. Inisiasi pertama kali dilakukan pertemuan multipihak (Puskesmas, GSC – Gerakan Sehat Cerdas, Program KGN- Kampanye Gizi Nasional, dan perusahaan swasta). Tujuan utama dari pertemuan tersebut adalah menyiapkan sarana agar dapat memberikan pelayanan kesehatan dasar pada masyarakat di desa – desa terpencil. Salah satu ide brilian yang lahir dari pertemuan ini adalah menyiapkan “Posyandu Apung”.

©IMA/Ferdi

Photo: Kegiatan Posyandu Apung

“Konsep Posyandu Apung merupakan cara memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat didesa (terpencil), yang menggunakan perahu,” ujar Ferdi, – Fasilitator KGN Kecamatan Mandau Telawang, lanjutnya lagi,” Posyandu dipilih sebagai sarana terdekat bagi masyarakat desa untuk mendapat layanan kesehatan.”

Posyandu keliling dilakukan cara rutin dan mengunjungi desa – desa terpencil setiap bulannya. Dua orang bidan dan dua orang perawat, fasilitator KGN dan GSC ikut serta dalam kegiatan tersebut. Obat-obatan, vaksin dan peralatan medis juga dibawa setiap kunjungan ke desa.

Posyandu Apung melakukan layanan kesehatan, seperti : Aktifasi kegiatan posyandu, konseling bagi ibu hamil dan menyusui, pelayanan kesehatan dasar, imuniasi dan pemberian vitamin seperti yang dijadwalkan.

“Kita harus aktif ! Kesadaran masyarakat tentang kesehatan masih rendah (di Kecamatan Mandau Telawang), “ Bidan Kristina, Bidan Koordinator Sei Pinang,lanjutnya lagi,” Kita (tenaga kesehatan), harus aktif mengunjungi masyarakat. Maka sarana ini (Posyandu Apung), sangat membantu sekali”.

Kunci keberhasilan dari pelaksanaan Posyandu Apung, terletak pada kolaborasi dan kesepakatan antara semua pihak yang bekerjasama dengan baik, seperti : Puskesmas, GSC, KGN, Pihak Swasta (perusahaan  HPH Sawit), Masyarakat dan Kecamatan telah mampu menyediakan layanan kesehatan untuk masyarakat di daerah terpencil dan mengatasi kendala yang ada. Semoga Posyandu Apung menjadi inspirasi bagi wilayah lain yang mengalami masalah serupa.

Sekelas info tentang Gizi Tinggi Prestasi:

Pemerintah Indonesia, didukung oleh MCA-Indonesia telah melaksanakan Kampanye Komunikasi Gizi (KGN) Nasional, melalui IMA World Health. Kampanye ini adalah bagian dari Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat atau PKGBM. PKGBM dalah program Pemerintah Indonesia untuk mengurangi stanting yang didukung oleh Pemerintah Amerika Serikat melalui Millennium Challenge Corporation.

Waspada Pneumonia pada Anak, Janggan Anggap Ringan Gejala Batuk dan Sesak Nafas

Waspada Pneumonia pada Anak, Janggan Anggap Ringan Gejala Batuk dan Sesak Nafas

Dari Arisan Ayam ke Arisan Jamban

Dari Arisan Ayam ke Arisan Jamban