Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Petugas Puskesmas Dilatih Menilai Pertumbuhan Anak

Petugas Puskesmas Dilatih Menilai Pertumbuhan Anak

Petugas-Puskesmas-Dilatih-Menilai-Pertumbuhan-Anak.jpg

Sebanyak 12 tenaga kesehatan dari enam puskesmas di Kabupaten Melawi antusias mengikuti pelatihan penilaian pertumbuhan anak, yang digelar Dinas Kesehatan Melawi di Nanga Pinoh Senin (28/3/2016). Kegiatan ini menjadi program kerja sama bantuan Millenium Challenge Account (MCA- Indonesia) guna menekan angka anak stanting atau bertubuh pendek.

Kabid Kesehatan Gizi Kesga Diskes Melawi, Endang, mengungkapkan, para tenaga kesehatan ini meliputi tenaga gizi. Setiap kecamatan diwakilkan dua orang. Di antaranya berasal dari Nanga Pinoh, Pinoh Utara, Belimbing Utara, Sokan, dan Manukung. "Tugas mereka nantinya melakukan pemantauan di wilayah masing-masing," ungkapnya.

Endang menjelaskan, program ini fokus pada pemantauan pertumbuhan anak, guna mencegah terjadinya stanting atau kekurangan gizi selama 0 hingga dua tahun pertumbuhan anak. Anak penderita stanting ini mengalami tinggi dibawah rata-rata standar kartu menuju sehat. Di Kalbar sendiri angka anak yang bertumbuh pendek ini mencapai 37 persen. "Di Melawi sendiri masih ada (stanting), termasuk gizi buruk," kata Endang.

Anak dikatakan mengalami gizi tinggi, lanjut Endang, dapat dihitung dari berat badan berbanding tinggi badan berbanding usia. Misal, berat normal anak baru lahir 3 kg, dengan tinggi 45 cm. “Standar ini mengacu kepada KMS," jelasnya.

Endang berharap dari pelatihan yang diberikan ini akan membantu pemahaman masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan dan gizi anak, sehingga tumbuh menjadi generasi yang sehat. Tugas ini tentu tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan di tiap puskesmas. Nantinya, masyarakat dan orangtuapun menjalankan pola hidup sehat sehari-hari.

(Sumber : Tribunpontianak.co.id)

Kenali Gejala Tuberkulosis pada Anak

Kenali Gejala Tuberkulosis pada Anak

Jumlah Puskesmas di Bekasi akan Ditambah

Jumlah Puskesmas di Bekasi akan Ditambah