Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Persiapan Hadapi Masa Kritis Makan pada Anak

Persiapan Hadapi Masa Kritis Makan pada Anak

tumbuhkembang.co_.id_.jpg

Dalam pemberian makan pada anak, masih ada orangtua yang beranggapan, “yang penting anak kenyang.” Tentu saja, anggapan ini salah. Jika orangtua masih berpikir seperti itu, maka anak tidak mendapatkan sumber-sumber zat gizi makanan yang bervariasi. Akibatnya, kemungkinan besar anak akan mengalami kekurangan gizi. Dr.Trevino A Pakasi, MS, PhD dari Kedokteran Komunitas FKUI menekankan, selepas usia bayi 6 bulan penting memberinya makanan pendamping ASI (MPASI). Ini untuk mencukupi kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk tumbuh kembangnya.

Trevino mengingatkan, hendaknya MPASI dibuat dari bahan-bahan yang bervariasi, agar dapat mencukupi kebutuhan zat gizi mikro seperti vitamin dan zat besi.  Mengingat kekurangan zat besi sering menimbulkan masalah anemia atau kurang darah pada anak.

Prinsip pemberian MPASI adalah bergizi, bersih, aman, dan dalam jumlah tepat. Pemberiannya harus mencukupi kebutuhan bayi dengan kualitas zat gizi baik dan seimbang.  Untuk pemenuhan zat besi bisa didapat dari sumber makanan hewani seperti daging merah atau hati. Sayuran hijau juga harus selalu ada karena mengandung vitamin.

Menurut Ahli Gizi dari FKUI, Dr. Fiastuti Witjaksono MS, SpG(K), pemberian MPASI merupakan masa atau titik kritis makan pada anak. “Ajari anak makan makanan bervariasi. Perkenalkan satu per satu jenis makanan  secara bergantian untuk semua makanan. Tidak ada satupun makanan yang kandungan gizinya sempurna.”

Secara umum, MPASI harus memenuhi persyaratan jumlah zat-zat gizi yang diperlukan. Idealnya harus kaya energi, protein dan zat gizi mikro terutama zat besi, zink, kalsium, vitamin A, vitamin C, dan folat.

Kemudian harus bersih dan aman. Artinya, tidak ada bakteri atau organisme berbahaya penyebab penyakit. Tidak ada bahan kimia atau toksin berbahaya. Tidak ada potongan tulang atau bagian yang keras yang bisa menyebabkan anak tersedak. Tidak terlalu pedas ataupun asin. Berikan anak makanan yang mudah dimakan dan disukai.

Perlu diketahui, kebutuhan energi usia 6-24 bulan adalah 950 kkal per hari.  Kebutuhan energi untuk menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan. Kebutuhan protein per hari sebesar 20 gram. Fungsi protein untuk membentuk sel-sel baru yang menunjang proses pertumbuhan organ tubuh dan perkembangan otak anak.

(Sumber : Koran Sindo)

 

 

Petugas Kesehatan di Landak Ikuti Pelatihan Komunikasi Antar Pribadi

Petugas Kesehatan di Landak Ikuti Pelatihan Komunikasi Antar Pribadi

Anemia pada Balita Meningkat

Anemia pada Balita Meningkat