Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Perlukah Antibiotik untuk Anak Diare?
Diare-Pada-Anak.jpg

Saat anak terkena diare, sebagian dari masyarakat dan bahkan ahli kesehatan masih meyakini bahwa diare pada anak dapat diobati oleh antibiotik. Tapi, kita perlu sadari bahwa antibiotik itu tidak bisa menyembuh semua penyakit. Kita dapat menyatakan bahwa anak kena diare jika BABnya "lebih encer" dan "lebih sering" dari biasanya. Selain itu, tinja anak juga dapat mengandung lendir dan darah tergantung pada penyebabnya.

Anak dinyatakan menderita diare bila buang air besar "lebih encer" dan "lebih sering" dari biasanya. Selain "cairan", tinja anak diare dapat mengandung, lendir dan darah, tergantung pada penyebabnya. Gejala ikutan lainnya adalah demam dan muntah. Kadangkala gejala muntah dan demam mendahului gejala mencretnya. Gejala-gejala ini diikuti dengan badan lesu dan lemas, bahkan mungkin penurunan berat badan yang cepat.

Pertama, diare itu disebabkan oleh kuman yang ada dalam makanan si kecil karena lingkungan yang kurang bersih. Misalnya, jika sayuran atau bahan makanan lain tidak disapkan dengan baik (misalnya tidak dicuci sampai bersih, tangan kotor), kuman dapat hinggap di sana. Selain itu, kebiasaan BABS (buang air besar) sebagian masyarakat desa juga salah satu penyebab diare paling besar apalagi karena bakteri E.coli.

Inilah beberapa penyebab lainnya:

  • Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: Campak, Infeksi telinga, Infeksi tenggorokan, Malaria, dll.
  • Pemanis buatan.
  • Pada bayi saat dikenalkan dengan MPASI seringkali memiliki efek samping diare karena perut kaget dengan makanan dan minuman yang baru dikenal lambungnya.
  • Intoleransi makanan

Hal ini memang sangat menghawatirkan, karena angka kejadian diare serta kematian karena diare masih tinggi di Indonesia. Dalam 2 sampai 3 kali per tahun, balita di Indonesia mengalami diare dengan angka kematian tertinggi terjadi pada anak berusia 1-4 tahun. Selain kematian, anak yang terus terkena diare akan kekurangan gizi karena semua asupan gizi yang ia dapat dari makanannya akan hilang saat diare. Gejala diare lainnya adalah demam, muntah, badan lesu, serta penurunan berat badan yang signifikan. Jika anak kekurangan gizi, ia berisiko stanting.

Oleh karena itu, anak tidak perlu diberikan antibiotik yang hanya diperlukan pada sebagian kecil penderita diare misalnya kholera, shigella, sedangkan penyebab yang paling besar dari diare pada anak adalah Rotavirus. Nah, Rotavirus ini tidak akan merespon terhadap pemberian antibiotika.

Jadi, berilah ia banyak cairan. Pemberian cairan untuk anak di bawah 2 tahun sekurangnya seperempat hingga setengah cangkir besar setiap kali sehabis anak mengeluarkan tinja cair. Untuk anak di atas usia 2 tahun diberikan setengah sampai satu cangkir penuh.

Selain itu, dilakukan pula pemberian zinc dalam bentuk tablet atau sirup selama 10 hari. Pemberian zinc pada anak di bawah usia 6 bulan sebanyak 10 mg per hari. Sedangkan pada anak di atas 6 bulan sebanyak 20 mg per hari dalam bentuk tablet atau sirup.

Setelah penanganan dengan pemberian cairan, biasanya dalam 3-4 hari diare dapat sembuh dengan sendirinya. Jadi, pengobatan diare tidak dengan pemberian obat anti diare atau obat bebas yang dibeli di warung/toko. Bahkan tidak dengan pemberian obat-obatan antibiotik. Namun, jika diare masih terus berlanjut dan tidak juga berhenti maka konsultasikan pada tenaga kesehatan.

 

Sumber: Dokter.id 

Alasan Mengapa Bayi Sering Muntah Setelah Minum ASI

Alasan Mengapa Bayi Sering Muntah Setelah Minum ASI

Lomba Foto "Kartini di Posyandu"

Lomba Foto "Kartini di Posyandu"