Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Peringatan Hari Kesehatan Sedunia dengan Perangi Diabetes

Peringatan Hari Kesehatan Sedunia dengan Perangi Diabetes

diabetes_southboromedical-com.jpg

  Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat untuk mememerangi penyakit diabetes melitus yang menjadi ancaman besar bagi kesehatan atau "silent killer," dalam memperingati Hari Kesehatan Sedunia (7/4/16).

"Kita ingin menyosialisasikan kepada masyarakat Indonesia bahwa diabetes sebagai ancaman besar dalam kesehatan atau 'silent killer'," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr M Subuh di Jakarta.

Subuh mengatakan, pemerintah mengangkat tema "Cegah, Obati, Lawan Diabetes."  Penyakit diabetes dianggap sebagai suatu ancaman dan telah menjadi penyakit pembunuh nomor tiga di Indonesia setelah penyakit pembuluh darah di otak, stroke dan penyakit jantung. Diabetes bisa menyasar orang tua dan muda serta dapat menimbulkan komplikasi penyakit lain. Bisa memengaruhi saraf, kerja hati, ginjal, dan lain-lain. Maka itu disebut 'silent killer'.

Menurut Subuh, pemerintah mendorong agar masyarakat Indonesia mengupayakan deteksi dini sebagai langkah pertama pencegahan penyakit diabetes melalui fasilitas pelayanan kesehatan tingkat dasar. Pemerintah memprogramkan deteksi dini diabetes melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) yang terdapat di puskesmas-puskesmas. Ini untuk memudahkan warga melakukan deteksi dini penyakit diabetes. "Kita sudah menyediakan 13.516 Posbindu di seluruh Indonesia untuk mendeteksi dini penyakit, termasuk diabetes," kata Subuh.

Pakar diabetes Prof.DR. dr. Sidartawan Soegondo menjelaskan, seseorang berpotensi mengidap penyakit diabetes jika memiliki beberapa poin ciri-cirinya. Antara lain lingkar perut di atas 90 sentimeter, berusia di atas 40 tahun, memiliki riwayat keturunan, jarang berolahraga, jarang mengonsumsi sayur dan buah, tekanan darah tinggi, dan bagi perempuan pernah melahirkan bayi di atas empat kilogram.

Deteksi dini dapat dilakukan pada Posbindu di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari tingkat dasar hingga rumah sakit. Untuk mengetahui lebih tepat perlu dilakukan diagnostik di fasilitas pelayanan kesehatan secara rutin. Sidartawan mengatakan, penyakit diabetes memang tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikendalikan gula darahnya, untuk memperpanjang masa hidup dan memperbaiki kualitas hidup pengidap diabetes.

(Sumber : skalanews.com)

Pemprov Jatim Perbaiki Gizi Balita

Pemprov Jatim Perbaiki Gizi Balita

Agar Anak Tidak Picky Eater, Dimulai Sejak MPASI

Agar Anak Tidak Picky Eater, Dimulai Sejak MPASI