Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Perhatikan Pemberian Cairan, Agar  Anak Tidak Dehidrasi Saat Diare

Perhatikan Pemberian Cairan, Agar Anak Tidak Dehidrasi Saat Diare

idai-or-id-diare.jpg

Ketika anak diare, buang air yang terjadi lebih sering dengan tinja lebih encer. Hal ini dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dengan cepat. Secara bersamaan, usus pun akan kehilangan kemampuan menyerap cairan yang diberikan kepadanya. Lantas, apa yang harus orangtua lakukan agar anak tidak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan secara berlebih)? Orangtua harus memberikan anak cairan rehidrasi oral (CRO). Tapi ingat ya, bukan memberikan cairan berupa air teh. Hindari pula pemberian pada anak diare berupa minuman seperti cola, gingerale, apple juice, dan minuman olah raga (sports drink). Minuman ini dapat menyebabkan diare menjadi lebih parah.

Nah, pemberian cairan rehidrasi oral pada anak yang diare dikenal dengan nama oralit. Cairan ini dikemas khusus, mengandung air dan elektrolit. Bagaimana pemberiannya?

* Pada anak tanpa dehidrasi

- Cirinya, anak masih seperti biasa buang air kecilnya. - Oralit dapat diberikan 5-10 ml setiap habis buang air besar cair. - ASI tetap diteruskan pemberiannya. Tidak perlu membatasi atau mengganti makanan. Karena pemberian makanan akan mempercepat penyembuhan.

* Pada anak dengan dehidrasi ringan-sedang

- Cirinya : buang air kecilnya berkurang, anak terlihat haus, mata agak cekung, kekenyalan kulit menurun, dan bibir kering. - Jika kondisi seperti itu, bawa anak ke rumah sakit. Karena pemberian cairan harus di bawah pengawasan tenaga medis. Biasanya dilakukan pada ruang observasi di UGD atau Ruang Rawat Sehari. Pemberian oralit sebanyak 15-20 ml/kgBB/jam. - ASI tetap diberikan. Setelah tercapai rehidrasi, segera beri anak makan dan minum. - Bila anak mengalami muntah, pemberian cairan harus secara perlahan-lahan dan konstan untuk mengurangi muntah. Keadaan anak harus sesering mungkin dievaluasi.

* Dehidrasi berat

- Cirinya selain gejala di atas,  napas anak terlihat cepat dan dalam, anak tampak sangat lemas, kesadarannya menurun, denyut nadi cepat, dan kekenyalan kulit sangat menurun. Anak harus dibawa segera ke rumah sakit. Pemberian cairan dilakukan di rumah sakit melalui infus.

(Sumber : idai.or.id.  Bagaimana Menangani Diare pada Anak )

 

 

Angka Gizi Buruk DIY Masih Tinggi

Angka Gizi Buruk DIY Masih Tinggi

Kemenkes Kembangkan Penanganan Gizi Melalui Aplikasi Android

Kemenkes Kembangkan Penanganan Gizi Melalui Aplikasi Android