Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Pers Berperan Besar dalam Perbaikan Gizi Masyakarakat untuk Kurangi Stanting

Pers Berperan Besar dalam Perbaikan Gizi Masyakarakat untuk Kurangi Stanting

2016-02-25-09.42.54-e1456716351475.jpg

Penurunan stanting tidak akan terealisasi jika masyarakat tidak sadar akan efeknya terhadap anak-anak, atau para generasi penerus bangsa. Salah satu hal yang bisa merubah hal ini adalah peran media massa. Media massa adalah mekanisme komunikasi yang kuat, karena memiliki kemampuan untuk mempengaruhi cara orang memandang dunia, serta merumuskan pendapat dari apa yang mereka lihat atau baca. Oleh karena itu, liputan media tentang isu-isu yang berhubungan dengan kesehatan seperti stanting harus ditingkatkan untuk menginformasikan kondisi ini serta cara-cara mencegahnya. "Peran pers dapat dilakukan untuk meningkatkan kepedulian pemerintah maupun masyarakat tentang masalah-masalah gizi," ungkap Dr. Andy Jap, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Barat (Kalbar), dalam acara Orientasi Media yang dilaksanakan Dinkes Kalbar dan Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Stunting (PKGBM) dari Millennium Challenge Account-Indonesia (MCA-Indonesia), di Kalbar (25/02/16).

Stanting (dari bahasa Inggris stunting) adalah ketika panjang atau tinggi balita lebih rendah dari standar seumurnya. Angka stanting di Indonesia cukup memprihatinkan, mencapai 37,2%. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, stanting di Kalimantan Barat mencapai 38,6%. Angka stanting di Kalbar ini di atas angka nasional. Ini artinya lebih dari sepertiga balita mengalami stanting. Karena itu, Kalbar menjadi salah satu provinsi di mana PKGBM diimplementasikan. Namun, kita semua berkomitmen untuk menggalakkan gerakan 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan), agar stanting turun di Kalbar,” tegas Andy Jap.

Masa 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) adalah masa emas tumbuh kembang anak, dimulai dari kehamilan sampai usia anak mencapai 2 tahun. Departemen Kesehatan dan MCA-Indonesia bekerja sama untuk membantu pemerintah melaksanakan gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan, yang diluncurkan melalui Peraturan Presiden No. 42 tahun 2013. Dengan hibah dari Pemerintah AS melalui Millennium Challenge Corporation (MCC), program PKGBM menjadi sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang stanting, serta dengan target pengurangan tingkat stanting sebanyak 40%.

Seperti diungkap pula oleh Dr. Minarto, Direktur PKGBM MCA-Indonesia, stanting memunculkan kekhawatiran terhadap perkembangan anak-anak, karena adanya efek jangka panjang. “Stanting bukan hanya gangguan pertumbuhan fisik anak, tapi mempengaruhi pula pertumbuhan otak anak. Lebih banyak anak ber-IQ rendah di kalangan anak stanting dibanding dengan di kalangan anak yang tumbuh dengan baik. Stanting berdampak seumur hidup terhadap anak.”

Pencegahan stanting, tambah Andy Jap, harus dimulai sejak ibu hamil. ”Ibu hamil harus cukup gizinya supaya tidak anemia.  Bahkan kami memberikan Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mencegah anemia, yaitu kekurangan zat besi dalam darah. Zat besi ini sangat penting dalam pembentukan otak janin.”

Andy Jap menyoroti pula bahwa PKGBM yang diimplementasikan ini menjadi langkah-langkah pencegahan stanting. "Indonesia akan menikmati bonus demografi pada tahun 2020 berkat banyaknya penduduk usia produktif. Jika stanting tidak diatasi, bonus demografi ini akan menjadi bencana dan beban. Karena itu, Kalimantan Barat berpartisipasi dalam PKGBM sebagai upaya terobosan untuk mencegah stanting di Kalbar.”

Menurut Minarto, PKGBM terdiri dari penyaluran dana melalui program pemberdayaan masyarakat Generasi Sehat Cerdas (GSC), penguatan kapasitas petugas kesehatan serta kampanye gizi nasional. Kampanye ini di antaranya untuk mengubah perilaku masyarakat termasuk dalam sanitasi. Setiap keluarga harus memiliki jamban sehat untuk mencegah penyakit seperti diare. “Sebenarnya, menurut berbagai penelitian, ada kaitan erat antara kebiasaan buang air besar (BAB) dengan stanting. Anak dari keluarga yang masih melakukan BAB sembarangan cenderung stanting.”

 

Bidan dan Kader Posyandu di Kapuas Mengikuti Pelatihan Komunikasi Antarpribadi (KAP)

Bidan dan Kader Posyandu di Kapuas Mengikuti Pelatihan Komunikasi Antarpribadi (KAP)

Deklarasi Mencegah Stanting di  Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan

Deklarasi Mencegah Stanting di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan