Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Penyebab Bayi Meninggal dalam Kandungan

Penyebab Bayi Meninggal dalam Kandungan

1152453shutterstock-140518024780x390.jpg

Suatu hal menyedihkan bagi ibu hamil ketika dinyatakan janin yang dikandungnya ternyata meninggal. Meski mungkin ibu selama hamil sudah berupaya menjaga kehamilannya dengan baik. Namun masalah, bisa saja terjadi saat hamil. Bagaimana bisa terjadi bayi meninggal dalam kandungan?

Kejadian ini umumnya ditemui pada usia kehamilan sekitar 20 minggu ke atas. Hal ini bisa diketahui saat dilakukan pemeriksaan kehamilan dengan USG atau alat deteksi denyut jantung janin. Bisa juga karena ada tanda-tanda yang dialami saat ibu hamil seperti antara lain ibu mengalami kram perut yang parah, ibu mengalami peradarahan saat hamil, atau ibu tidak merasakan gerakan janin.

Gerakan janin sebetulnya dapat diketahui sejak usia kehamilan 9 minggu. Hanya saja ibu belum dapat merasakannya, kecuali lewat pemeriksaan USG atau pemeriksaan denyut jantung janin. Ibu baru dapat merasakan adanya gerak janin ketika usia kehamilan sudah bertambah besar, mulai sekitar kehamilan 18 minggu atau 20 minggu.

Penyebab meninggalnya bayi dalam kandungan belum diketahui secara pasti. Namun kemungkinannya bisa karena ada masalah pada janin seperti kelainan genetik, misalnya. Penyebab lain kemungkinan karena ibu memiliki risiko tinggi seperti bermasalah dengan bentuk rahim, pernah mempunyai riwayat hamil dan bayi meninggal dalam kandungan, hamil di atas usia 35 tahun, ada riwayat obesitas, diabetes, atau hipertensi yang dapat menimbulkan komplikasi dalam kehamilan.

Nama dari kondisi ini adalah still birth, yang juga disebabkan oleh komplikasi dalam placenta. 

Selain itu, bisa karena pola hidup ibu yang tidak sehat seperti tidak mengonsumsi makanan bergizi, merokok, mengonsumsi alkohol dan sembarang obat-obatan. Risiko tinggi juga bisa ditemui pada ibu yang  mempunyai penyakit toksoplasma dan penyakit infeksi lainnya.

Ibu hamil yang mengalami bayi meninggal dalam kandungan harus segera ditangani oleh dokter untuk dilakukan tindakan. Jika tidak segera ditangani dapat mengancam keselamatan ibu hamil. Jadi, penting ya Bu, untuk waspada dan mengetahui tanda-tanda masalah dalam kehamilan serta perlunya pemeriksaan kehamilan.

Jangan Lupakan Asupan Karbohidrat Saat Hamil

Jangan Lupakan Asupan Karbohidrat Saat Hamil

"Orang Bilang Tanah Kita Tanah Surga..."

"Orang Bilang Tanah Kita Tanah Surga..."