Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Penyakit TORCH: Bolehkah Ibu Hamil Memelihara Kucing?

Penyakit TORCH: Bolehkah Ibu Hamil Memelihara Kucing?

torch-dan-kehamilan.jpg

Mempersiapkan kehamilan memang sangat penting untuk dilakukan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk mengandung karena kehamilan yang sehat merupakan dambaan setiap ibu. Meskipun demikian beberapa kondisi fisik dan psikis yangH berubah selama kehamilan seringkali menimbulkan masalah kesehatan pada ibu hamil. Nah, beberapa diantaranya karena ibu memiliki riwayat kesehatan sebelum menjalani kehamilan.

Salah satu bentuk pemeriksaan yang ibu bisa lakukan adalah yang berhubungan dengan TORCH sehingga ibu terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus tersebut. Penyakit TORCH adalah infeksi yang disebabkan oleh virus. Kepanjangan dari singkatan itu adalah Toxoplasma, Ribella, Cytomegalovirus dan juga Herpes. Keempat jenis infeksi ini memang sulit dideteksi dengan mata telanjang karena gejalanya tidak terlau spesifik hingga sulit untuk dideteksi.

Toksoplasma terkait dengan hewan peliharaan seperti kucing dan anjing. Hewan-hewan tersebut dapat memiliki parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini berbahaya karena dapat menginfeksi otak. Mengapa penyakit ini bisa terjadi? Kotoran kedua hewan peliharaan itulah yang menjadi penyalur toksoplasmosis ke manusia. Untuk mengenali gejalanya, ibu bisa menandai seperti influenza, malaise, demam, dan rasa lelah yang muncul. Untuk pencegahan awal, ada biaknya ibu melakukan pemeriksaan setiap bulan di trimester pertama, dan dilankut dengan pemeriksaan setiap trisemester.

Berikutnya adalah rubella, atau campak jerman yang dapat menular melalui sistem pernafasan, keringat, air liur, dan juga darah. Gejala dari rubella adalah demam, ruam kulit, bahkan pembesaran pada kelenjar getah bening. Virus Rubella ini bisa menyerang siapa saja dan infeksi ini akan membahayakan karena bisa saja mengakibatkan kelainan pada si kecil.

Untuk cytemogalovirus (CMV), adalah sau keluarga dengan virus herpes karena bisa menetap secara permanen di dalam tubuh hingga menjadi penyebab infeksi berbahaya bagi janin. Risko dari virus ini adalah pembesaran hati, penyakit kuning, penkapuran otak, ketulian, retardasi mental dan lain=lainnya.

Herpes Simpleks Tipe II (HSV II) ini umumnya menyerang alat genital (kelamin). Jika ibu ingin mengetahui gekalanya, setidaknya kulit melepuh bida jadi acuan pertama. Tapi, kita perlu ingat bahwa gejala ini tidak selalu muncul pada setiap orang.

Bagaimana Mencegah Penularan Penyakit TORCH?

  • Konsumsi Makan Bergizi

Untuk ibu hamil, asupan gizi yang baik serta seimbang menjadi sangat penting untuk tidak mencukupi kebutuhan gizi calon bayi tetapi juga membantu menguatkan tubuh ibu. Oleh karena itu, ibu dapat menangkal serangan virus dan kuman penyakit, termasuk TORCH.

  • Periksaan Sebelum Kehamilan

Sebelum merencakan kehamilan, ibu wajib memeriksa kesehatan. Hal ini diperlukan untuk mendeteksi apakah ibu menderita TORCH atau mengalami gejala-gejala yang dapat menimbulkan penyakit TORCH. Tentunya, ibu juga dapat mendiagnosa virus dan penyakit dari dini.

  • Vaksinasi

Seperti batita, ibu pun juga harus menerima vaksinasi sedini mungkin untuk memberi ibu antibodi yang akan mencegah serangan parasit penyebb TORCH. Nah, catatan untuk ibu yang ingin melakukan vaksinasi rubella, sebaiknya dilakukan sebelum ibu hamil 2 bulan. 

  • Konsumsi Makanan Matang

Jika ibu suka makanan makanan setengah matang seperti telur atau yang mentah seperti sushi, sebaiknya ibu mulai mengurangi kebiasaan ini. Siapa tahu, bisa saja parasit toksolplasma gondii dapat menetepat di makanan yang ibu konsumsi. Jadi, makan lah makanan yang matang agar virus serta parasit penyebab berbagai penyakit akan terbunuh.

Nah, bagi ibu hamil yang memang gemar dengan kucing, jangan khawatir, berikut adalah beberapa cara untuk mencegah penularan.

  • Kenakan sarung tangan saat Anda membersihkan tinja kucing. Setelah itu cuci tangan hingga bersih. Langkah yang lebih baik, minta orang lain untuk mengurus kucing tersebut.
  • Makanan kering dalam kemasan atau dalam kaleng lebih aman untuk diberikan pada kucing daripada daging mentah. Daging mentah yang telah terinfeksi dapat menyebabkan infeksi toxoplasma pada kucing. Selanjutnya kucing berisiko menularkannya kepada manusia.
  • Hindari alas kaki Anda dan seluruh anggota keluarga dari jangkauan kucing agar tidak digunakan sebagai tempat tidur atau tempat buang air.
  • Bersihkan kotoran kucing secara teratur tiap hari.
  • Hindarkan kucing memasuki dapur dan ruang makan keluarga.
  • Cuci tangan sesudah bermain bersama kucing.
  • Jangan menyentuh kucing liar.
  • Hindari memiliki kucing baru saat Anda sedang hamil.
  • Jika keluarga Anda punya area bermain berupa pasir yang ada di luar ruangan, tutup area tersebut untuk menghindari kemungkinan kucing buang air di situ.

Disarankan untuk segera memeriksakan kesehatan kucing ke dokter hewan untuk mendapatkan langkah penanganan dan pencegahan yang tepat. Kucing yang terbukti terinfeksi idealnya perlu diisolasi dari manusia dan hewan-hewan piaraan lain.

Menu Makan untuk Atasi Mual dan Muntah pada Ibu Hamil

Menu Makan untuk Atasi Mual dan Muntah pada Ibu Hamil

Cara Atasi Cegukan pada Bayi dan Anak

Cara Atasi Cegukan pada Bayi dan Anak