Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Peran Ibu dalam Pemberian Makanan Bergizi pada Anak

Peran Ibu dalam Pemberian Makanan Bergizi pada Anak

menyuapi-anak2-2.jpg

  Peran ibu penting loh dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Mengapa? Karena ibu orang pertama yang paling dekat dengan anak. Ia dapat mengetahui kebutuhan anaknya dengan baik. Bahkan ibu pula yang banyak mengasuh, mendidik, dan membesarkan anaknya. Jadi, peran ibu sangat besar bagi tumbuh kembang anak, pembentukkan tingkah laku, watak, moralitas dan pendidikan secara utuh, sehingga anak dapat tumbuh menjadi sosok individu yang baik.

Peran ibu dalam pemenuhan gizi anak terkait dengan kebutuhan anak untuk tumbuh kembang dengan baik, sehat, dan cerdas. Untuk itu, ibu harus memperhatikan kebutuhan gizi anaknya sejak masih dalam kandungan. Maka, saat hamil ibu harus memperhatikan kebutuhan asupannya. Karena kesehatan ibu semasa hamil juga penting bagi kesehatan serta kecerdasan anak yang dikandungnya.

Setelah anak lahir, ibu harus tetap menjaga kebutuhan gizi bayinya. Caranya dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama dan dilanjutkan hingga usia 2 tahun. Disamping pemberian makanan pendamping ASI.

Pemberian makan anak juga harus menjadi perhatian karena makanan berperan penting untuk tumbuh kembang anak di usia-usia selanjutnya. Apalagi di masa pertumbuhan anak memerlukan banyak zat-zat bergizi tinggi. Sementara, di usia ini anak belum bisa mengurus dirinya. Anak masih sangat bergantung pada ibunya dalam memenuhi kebutuhannya. Maka, ibu harus dapat memperhatikan kualitas dan kuantitas makan anaknya. Ibu harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam pemberian makan pada anak. Apalagi ketika menghadapi usia anak balita yang susah makan. Perlu kesabaran dan kreativitas ibu di masa-masa tersebut.

Kurangnya pengetahuan dan keterampilan ibu dalam pemberian makanan bergizi pada anak, serta kurangnya perhatian dan waktu bersama anak cukup berpengaruh besar bagi tumbuh kembang anak. Anak bisa mengalami kurang gizi. Akibatnya, tumbuh kembang anak menjadi terhambat. Hal ini berpengaruh bagi kesehatan, pertumbuhan fisik, dan kecerdasan anak yang tidak optimal.

 

Pemkot Cimahi Ajak Masyarakat Bangun Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat

Pemkot Cimahi Ajak Masyarakat Bangun Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat

Cek Kondisi Jantung Sebelum Hamil

Cek Kondisi Jantung Sebelum Hamil