Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Pendekatan Terintegrasi Pemerintah dalam Mencegah Stanting
IMG_0103.jpg

Kebijakan Pemerintah Tentang Stanting Tahukah anda, bahwa Negara kita merupakan contributor terbesar ke 5 di dunia dalam jumlah stanting pada balita? Dan jika kita rinci lagi, 1 dari 3 balita Indonesia mengalami stanting. Jika Indonesia terus seperti itu, bagaimana dengan kualitas SDM kita ke depan?

Mengapa Negara harus berinvestasi di program gizi?

Karena perbaikan gizi akan sangat mempengaruhi produktivitas, pembangunan ekonomi dan penurunan kemiskinan. Anak yang stanting cenderung mempunyai kemampuan kognitif yang rendah, sehingga prestasinya di sekolah menurun dan juga akan lebih rentan terhadap penyakit. Selain itu, stanting bukan hanya sekadar tentang tinggi badan, tapi stanting juga dapat menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius yaitu: gangguan janntung, ginjal sehingga risiko penyakit kronis akan muncul seperti stroke, penyakit janting, diabetes, hipertensi, dan kegemukan.

 

Apa yang harus pemerintah lakukan?

Sebelum membuat kebijakan, pemerintah harus tahu bahwa 1000 hari pertama kehidupan adalah periode yang paling penting dalam pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh. Jadi, dari awal kehamilan, ibu harus menjaga kesehatan serta asupan gizinya. Dan ketika bayi lahir, ia harus diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, dan dilanjutkan bersama makanan pendamping ASI (MPASI) sampai anak berusia 2 tahun.

 

Hal yang perlu diketahui lagi adalah bahwa perubahan yang terjadi selama 1000 HPK bersifat permanen dan berpengaruh ke dua generasi berikutnya seperti nenek ke cucu.

 

Jadi, pemerintah juga harus mengupayakan pembuatan kebijakan yang mendukung upaya pencegahan stanting. Pemerintah di tingkat desa bisa berperan dalam memberikan fasilitas penyelenggaraan posyandu dan pembentukan kader. Pemerintah di tingkat kabupaten perlu membeikan pelatihan bagi para petugas-petugas kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan seputar gizi, kesehatan dan pengasuhan anak. Selain itu, pemerintah juga bisa bekerja sama dengan pihak swasta dan swadaya masyarakat lainnya membangun fasilitas-fasilitas yang mendukung sector kesehatan seperti pembangunan jamban-jamban sehat, penyediaan sarana dan prasarana air bersih, peningkatan fasilitas-fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan sebagainya. Dan yang terakhir tetapi tidak kalah penting, adalah RADPG atau Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Tahun 2016-2019. RADPG adalah sebuah dokumen penting, yang merupakan perencanaan turunan dari RADPG sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan dan perbaikan status gizi masyarakat. Dengan adanya dokumen ini, pemerintah dapat menjadikannya sebagai pedoman resmi bagi para pemangku kepentingan di bidan pangan dan gizi di provinsi/kabupaten dalam peran dan upayanya untuk memberikan kontribusi yang optimal dalam pembangunan pangan dan gizi.

 

Oleh karena itu, pemerintah dapat merumuskan kebijakan di pusat dan daerah serta melaksanakan evaluasi dan pengendalian, guna mewujudkan ketahanan pangan dan gizi di tingkat daerah dan nasional. Pada akhirnya, RADPG akan memastikan bahwa Indonesia menghasilkan sumber daya manusia yang sehat dan cerdas, produktif secara berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi,

 

Selain hanya kebijakan, RADPG juga ada tujuan perbaikan yang lebih terinci dengan berbagai macam indikator seperti ketersediaan energy, protein, prevalensi anemia pada ibu hamil, bayi dengan berat badan lahir rendah, bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif, prevalensi underweight anak balita, wasting, dan juga stanting. Pada tahun 2019, pemerintah harus kurang lebih telah mencapai tujuan dari berbagai macam indikator tersebut.

 

 

 

 

 

Mengapa Bayi Mengalami Gumoh?

Mengapa Bayi Mengalami Gumoh?

Tips Cerdas Agar Anak Tidak Gampang Sakit saat Musim Hujan

Tips Cerdas Agar Anak Tidak Gampang Sakit saat Musim Hujan