Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Pencegahan dan Penanganan TB Pada Anak

Pencegahan dan Penanganan TB Pada Anak

bankjmcom.png

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman TB menyerang paru-paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya seperti tulang, kelenjar, kulit dan lain-lain. Kuman TB umumnya hanya ditularkan melalui udara. Penularan terjadi pada waktu percikan dahak yang dikeluarkan oleh penderita TB sewaktu batuk, bersin atau meludah,  terhirup orang yang rentan, melalui mulut atau hidung, dan masuk ke dalam saluran pernafasannya. Tuberkulosis dapat menyerang siapa saja termasuk anak. Untuk mencegah tuberkulosis dapat dilakukan dengan cara antara lain :

* Memberikan anak imunisasi BCG

* Berperilaku hidup sehat dengan memberikan anak makanan bergizi baik sehingga mempunyai daya tahan tubuh baik, menciptakan lingkungan yang bersih, rumah mempunyai ventilasi yang baik dan mendapatkan sinar matahari cukup.

* Hindarkan anak dari penderita TB dewasa.

* Mengajarkan etika batuk/bersin dengan menutup mulut dan hidung dengan tisu/lengan baju/menggunakan masker, serta membuang tisu bekas pakai tersebut dan dahak pada tempat pembuangan yang benar.

Pada anak yang sudah diketahui terkena tuberkulosis dilakukan pengobatan dengan cara pemberian obat TB minimum selama 6 bulan. Pengobatan ini harus dilakukan secara tuntas. Biasanya dalam 2 bulan pertama sudah tampak ada perubahan, misalnya berat badan berangsur naik dan demam mereda.

Setelah masa pengobatan, dilakukan evaluasi atau check up untuk mencegah agar tidak kambuh lagi. Anak yang terkena TB tidak perlu diisolasi karena TB pada anak tidak menular. Jadi, biarkan anak tetap bermain seperti biasa.

Kenali Gejala Anak Terkena Difteri

Kenali Gejala Anak Terkena Difteri

Cegah Hepatitis B Sejak Bayi Lahir

Cegah Hepatitis B Sejak Bayi Lahir