Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Pemerintah Siapkan Rp 52,1 Triliun Bangun Sistem Penyediaan Air Minum

Pemerintah Siapkan Rp 52,1 Triliun Bangun Sistem Penyediaan Air Minum

085128_wadukjatigede09.jpg

  Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) adalah salah satu program pembangunan infrastruktur yang sedang dikebut pemerintah. Program ini untuk memenuhi kebutuhan air minum dan air baku masyarakat. Dana yang sudah disiapkan sebesar Rp 52,1 triliun untuk tahun 2015 hingga 2019.

"Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Penengah (RPJM), Anggaran Belanja Negara (APBN) untuk SPAM 2015-2019 sebesar Rp 33,9  triliun di Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk bangunan produksi dan distribusi. Sebesar Rp 18, 2 triliun di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (untuk air baku),” kata Direktur Pengembangan Air Minum, Mochammad Natsir.

Pada tahun 2015, pembangunan bidang air minum meliputi 4 SPAM Regional telah diselesaikan pemerintah. Ini untuk mengatasi keterbatasan air baku di beberapa kabupaten atau kota. Sebanyak 621 SPAM disediakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan 229 SPAM untuk daerah perbatasan, pulau kecil terluar, nelayan, destinasi wisata unggulan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan 120 Penyehatan PDAM.

Ada 4 SPAM Regional yang dibangun tahun 2015 di beberapa kabupaten atau kota seperti SPAM Kertamantul (Yogyakarta-Sleman-Bantul), Bregas (Brebes-Tegal-Slawi), (Banjarmasin-Kab.Banjar, Banjar Baru, Barito Kuala), dan Pasigala (Palu-Sigi-Donggala).

“Semua sudah terbangun dan berfungsi kecuali SPAM Pasigala karena jaringan air bakunya akan diselesaikan tahun ini,” lanjut Natsir. Untuk SPAM di kawasan khusus, lanjut Natsir, maksudnya adalah khusus dari aspek kawasan, pembiayaan, maupun teknologi.

“Dari segi pembiayaan, pembangunan SPAM bisa melalui Kerja Sama Pemerintah melalui badan usaha, pinjaman perbankan, Corporate Social Responsibility (CSR), atau kemitraan lain. Sedangkan dari aspek teknologi, bisa melalui penyulingan air laut (Sea Water Revers Osmotion/SWRO), pengolahan air gambut dan Ultra Filtration. Pemerintah menargetkan pada tahun 2016 membangun SPAM untuk 916.980 Saluran Rumah (SR) dan mencakupi 78,8% kebutuhan air minum.

(Sumber:  Detik Finance) 

 

120 Anak di Kabupaten Bogor Alami Gizi Buruk

Masyarakat Kota Makassar Tanggapi Positif Ranperda ASI Eksklusif

Masyarakat Kota Makassar Tanggapi Positif Ranperda ASI Eksklusif