Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Pembelajaran Mengatasi Stanting di OKI

Pembelajaran Mengatasi Stanting di OKI

pembelajaran.png

  OGAN KOMERING ILIR, MCA-Indonesia – Anggota Majelis Wali Amanat MCA-Indonesia melakukan kunjungan selama tiga hari di Provinsi Sumatera Selatan. Kunjungan yang berlangsung sejak tanggal 17-19 Mei 2016 tersebut, antara lain bertujuan untuk melihat perubahan perilaku yang terjadi untuk mengatasi stunting yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan yang ada di Sumsel.

"Kami ingin lihat, perubahan perilaku yang terjadi (untuk mengatasi stanting), bagaimana caranya? Hal ini akan kami jadikan model untuk pelaksanaan program lain di Indonesia," ujar Prof Mangara Tambunan, anggota MWA MCA-Indonesia di OKI, Selasa (17/5), dalam pertemuan MWA MCA-Indonesia dengan Dinas Kesehatan dan BPMD Propinsi Sumatera Selatan di Aula Dinkes Sumsel.

Dalam paparannya, Syaral Loetham, Senior Advisor MCA-I menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari prakarsa Proyek Kesehatan Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Stanting (PKBM). PKBM dilaksanakan melalui tiga kegiatan utama. Pertama, program Generasi Sehat Cerdas (GSC). Program ini untuk menggerakan dan memberdayakan masyarakat agar paham tentang kebutuhan kesehatan. Kedua, peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan dan moderenisasi peralatan kesehatan. Ketiga, kampanye untuk  perubahan perilaku serta monitoring dan evaluasi. Syaral juga mengingatkan, ketiga kegiatan ini tidak bisa dipisahkan, harus sinergis agar mencapai hasil maksimal.

Selain Syaral, anggota WMA MCA-I lain yang turut dalam kunjungan tersebut adalah Zumrotin K Soesilo dan Tini Hadad.Mereka didampingi oleh implementating unit, Hari Kristidjo dari PPK satker Pengelola dana HIBAH MCC, Kemen PPN/Bappenas.

Kunjungan ini bertujuan agar WMA MCA-I bisa berkonsultasi langsung dengan para pemangku kepentingan PKBM, seperti Dinas Kesehatan BPMD, LSM dan masyarakat. Hasil kunjungan akan dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan PKBM kedepan.

“Efektivitas dan hasil yang tinggi dari pelaksanaan PKBM adalah tujuan kami, maka masukan dan pembelajaran dari kondisi di wilayah (OKI) adalah sebuah pembelajaran yang berharga,” ujar Zumrotin K Soesilo.

Pada kunjungan hari pertama MWA MCA-I bertemu dengan Bupati Kabupaten OKI, Iskandar SE, menyampaikan, PKBM merupakan salah satu program akselerasi yang bisa membantu menekan angka stanting di OKI. Oleh karena itu, ia menyambut baik dan mendukung PKBM untuk kebaikan masyarakat.

 

Indonesia Peringkat Ke-4 Dunia dalam Jumlah Anak Stanting

Indonesia Peringkat Ke-4 Dunia dalam Jumlah Anak Stanting

Alokasi Anggaran Penanganan Sanitasi Belum Ideal

Alokasi Anggaran Penanganan Sanitasi Belum Ideal