Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Bidan dan Kader Posyandu di Kapuas Mengikuti Pelatihan Komunikasi Antarpribadi (KAP)

Bidan dan Kader Posyandu di Kapuas Mengikuti Pelatihan Komunikasi Antarpribadi (KAP)

IMG_2170-e1456711311215.jpg

Masalah kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak dengan stanting sebagai masalah utama menjadi fokus dalam pelatihan Komunikasi Antarpribadi (KAP). Pelatihan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dan Agama serta difasilitasi oleh Teguh Budiono ini berlangsung pada tanggal 16-17 Februari 2016. Acara diadakan di ruang pertemuan Hanura Hotel dan ruang pertemuan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. Pelatihan diikuti oleh 20 peserta dari petugas kesehatan yang telah berpartisipasi dalam pelatihan konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Pelatihan ini  bagian dari Kampanye Gizi Nasional (KGN) yang diluncurkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pelatihan KAP sebagai komponen strategis dalam meningkatkan intensitas dan kemampuan antara petugas kesehatan (bidan dan kader posyandu) dengan wanita hamil atau menyusui.

Tujuan diselenggarakannya KAP untuk memahami teknik komunikasi interpersonal yang baik dan mampu menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari. Kedua, untuk membangun kepercayaan para bidan dan kader posyandu dengan klien, pelanggan, atau kelompok dampingan. Penyampaian materi dilakukan dengan berbagai cara seperti diskusi kelompok, Ice breaking, gambaran umum dari KAP, studi kasus bidan, bermain peran dan presentasi.

Ada empat jenis komunikasi yang diperkenalkan untuk meningkatkan kompentensi berkomunikasi (agresif, pasif/submisif, pasif-agresif, asertif). Pentingnya hubungan atau empati antara petugas kesehatan dengan para ibu juga menjadi sorotan. Sekaligus juga dengan kemampuannya untuk bersifat tegas dan mendengarkan dengan baik pada waktu yang sama. Implementasi dari keterampilan komunikasi tersebut akan membangun kepercayaan  klien atau pasien dan juga kelompok dampingan.

Unsur-unsur dalam kompetensi komunikasi ini terdiri dari 1) kredibilitas, meliputi etika kerja dan profesionalisme. 2) Kedekatan untuk bersikap tegas namun ramah serta 3) data yang dapat diandalkan (mencakup integritas dan komitmen). Hasil dari pelatihan ini, para ibu hamil dan menyusui merasa nyaman dalam berinteraksi dengan para bidan dan kader posyandu.

 

 

Kurang Gizi Terkait Erat Dengan Sanitasi

Kurang Gizi Terkait Erat Dengan Sanitasi

Pers Berperan Besar dalam Perbaikan Gizi Masyakarakat untuk Kurangi Stanting

Pers Berperan Besar dalam Perbaikan Gizi Masyakarakat untuk Kurangi Stanting