Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Pelaksanaan PIN Polio, Targetkan Generasi Sehat

Pelaksanaan PIN Polio, Targetkan Generasi Sehat

Pelaksanaan-PIN-Polio-targetkan-generasi-sehat1.jpg

  Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio merupakan upaya untuk memerangi penyakit dan virus polio. Pemerintah ingin menciptakan generasi  sehat dan berkualitas serta bebas dari cacat tubuh karena polio. Demikian antara lain yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani saat acara pencanangan PIN Polio di Solo (8/3/16).

Program imunisasi ini merupakan salah satu program kesehatan yang paling efektif dalam Pembangunan Kesehatan, terutama dalam pengendalian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), yang mencakup sasaran 5 juta bayi di seluruh Indonesia. ”Pencanangan ini sebagai tanda dimulainya Pekan Imunisasi Nasional Polio yang dilaksanakan serentak 8-15 Maret 2016 di seluruh tanah air. Sasarannya adalah anak usia 0-59 bulan (balita), yang merupakan kelompok paling rentan tertular polio,” jelas Puan.

Kegiatan ini penting dilakukan sebagai upaya mitigasi dalam memberikan perlindungan optimal dari penyakit polio di Indonesia. Hal yang tak kalah penting adalah mempertahankan cakupan imunisasi rutin dengan target cakupan imunisasi polio di atas 95 persen. ”Melalui Pekan Imunisasi Nasional, semua balita diberi imunisasi tambahan polio agar kebal terhadap polio. Saya serukan, agar semua balita di seluruh Tanah Air dibawa ke Pos PIN terdekat untuk memperoleh tetesan vaksin polio.”

Dalam sambutannya, Ibu Negara, Iriana Joko Widodo menyampaikan, meskipun  Indonesia telah dinyatakan bebas polio, risiko penyebaran polio  masih tetap tinggi.  Faktor risiko terjadinya penularan masih tetap ada, karena masih terdapat daerah-daerah kantong dengan cakupan imunisasi polio rutin yang rendah selama beberapa tahun. Oleh karena itu, Indonesia harus memberikan imunisasi tambahan polio untuk mendapatkan kekebalan masyarakat yang tinggi.

Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek mengatakan PIN Polio dilakukan serentak di 33 provinsi, namun ada sejumlah provinsi yang ditunda serta didahulukan. ”Di Bali, kami undur karena menghormati hari raya Nyepi, sedangkan di Jogja didahulukan karena pemberian dengan injeksi tidak tetes. Semua provinsi tetap akan dilakukan imunisasi PIN Polio sehingga Indonesia dapat mempertahankan status bebas polio dan berkontribusi dalam mewujudkan Dunia Bebas Polio tahun 2020.”

(Sumber : Indopos)

 

Gunung Kidul Deklarasikan Stop BAB Sembarangan

Gunung Kidul Deklarasikan Stop BAB Sembarangan

Tanya Jawab Seputar Imunisasi Polio

Tanya Jawab Seputar Imunisasi Polio