Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Pekan Imunisasi Nasional Polio 2016

Pekan Imunisasi Nasional Polio 2016

polio.jpg

  Indonesia telah dinyatakan bebas polio bersama dengan negara-negara anggota Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) di Asia Tenggara pada bulan Maret 2014. Untuk mempertahankan keberhasilan tersebut, dan untuk mewujudkan Dunia Bebas Polio, Indonesia perlu melakukan imunisasi polio tambahan yaitu Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang dilaksanakan pada tanggal 8-15 Maret 2016.

Penyakit polio adalah penyakit yang sangat menular, menyerang anak balita. Penyakit ini disebabkan oleh virus polio. Virus ditularkan melalui makanan atau minuman yang tercemar. Satu dari 200 anak yang terinfeksi virus polio akan menderita kelumpuhan. Sekitar 5-10% dari anak yang lumpuh akan meninggal karena kelumpuhan otot pernapasan.

Penyakit polio tidak ada obatnya, namun dapat dicegah dengan imunisasi polio. Imunisasi merupakan upaya pencegahan yang terbukti sangat efektif untuk mencegah penyakit polio. Dengan imunisasi polio, jumlah kasus polio telah berkurang 99%, yaitu dari sekitar 350 000 kasus pada tahun 1988 menjadi sekitar 359 kasus pada tahun 2014.

PIN Polio akan meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap polio. Selain itu, dengan ikut PIN Polio, orangtua berperan aktif dalam membasmi virus polio agar hilang dari muka bumi. Imunisasi polio akan melindungi usus anak dan mengeluarkan virus polio liar yang mungkin ada dalam usus anak. Virus polio liar yang keluar dari usus akan mati dalam beberapa hari. Bila semua anak di Indonesia mendapat imunisasi polio oral secara bersamaan, maka Indonesia akan bebas dari virus polio dan tidak ada lagi anak yang lumpuh karena polio.

Tempat Pemberian Imunisasi dilaksanakan di Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas pembantu, Klinik swasta dan Rumah Sakit serta pos pelayanan imunisasi lainnya di bawah koordinasi Dinas Kesehatan setempat.

Imunisasi polio diberikan secara oral melalui tetesan, sebanyak 2 tetes ke dalam mulut anak. Anak akan menyukai imunisasi ini karena rasa yang manis. Imunisasi polio oral merupakan imunisasi yang sangat aman. Imunisasi polio telah digunakan pada sekitar 2,5 miliar anak di seluruh dunia.

Anak yang perlu mendapat imunisasi polio oral adalah anak sehat berusia 0-59 bulan, tanpa memperhatikan imunisasi polio sebelumnya. Bila anak telah mendapat imunisasi polio oral beberapa waktu sebelumnya atau imunisasi polionya sudah lengkap, tetap perlu dan wajib mendapat imunisasi polio oral.

Bila anak sedang batuk pilek tanpa demam, anak tetap boleh mendapat imunisasi polio oral. Bila anak sedang demam atau sakit berat lainnya, maka imunisasi polio oral ditunda. Imunisasi polio diberikan setelah anak sembuh.

(Sumber : dr. Hartono Gunardi, SpA(K) - Ikatan Dokter Anak Indonesia)

 

Pentingnya Gizi Bagi Ibu Hamil

Pentingnya Gizi Bagi Ibu Hamil

Komitmen Pemuka Agama dan Masyarakat Kabupaten Landak Berpartisipasi Turunkan Stanting

Komitmen Pemuka Agama dan Masyarakat Kabupaten Landak Berpartisipasi Turunkan Stanting