Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Pangan Lokal Bisa Atasi Gizi Buruk

Pangan Lokal Bisa Atasi Gizi Buruk

Buah-sukun-yang-sangat-baik-untuk-kesehatan.jpg

Kekurangan asupan zat gizi pada anak bisa menyebabkan anak mengalami kurang gizi. Kekurangan asupan makanan ini terkait pula dengan masalah akses terhadap bahan pangan. Terbatasnya akses terhadap bahan pangan dikarenakan faktor ekonomi dan juga masalah ketersediaan pangan. Selama ini masyarakat Indonesia dikenal mengonsumsi makanan pokok utamanya nasi atau beras. Jenis pangan yang tergolong padi-padian ini mengandung zat karbohidrat.

Indonesia dengan banyak daerah dan pulau ini sebetulnya tidak harus selalu bergantung pada makanan pokok beras itu saja. Karena setiap daerah pastinya mempunyai banyak ragam makanan lokal yang bergizi dan dapat dimanfaatkan sebagai pengganti beras. Sehingga masyarakatnya dapat menggunakan potensi pangan daerahnya tersebut untuk memenuhi kecukupan asupan gizi bagi anak-anaknya.

Hanya saja masyarakat perlu dikenalkan makanan lokal yang memang mempunyai nilai gizi baik. Selain itu, mereka juga perlu diajarkan cara mengolah dan mengkreasikannya menjadi bahan makanan yang enak dan disukai anak. Berikut beberapa jenis pangan lokal daerah yang mengandung nilai gizi :

  • Jagung

Dari bahan pangan jagung ini bisa dibuat beragam makanan seperti nasi jagung, berondong, jenang, dan sebagainya. Tanaman jagung hampir bisa tumbuh di semua daerah seperti di Indonesia.

  • Sagu

Sagu sebagai salah satu sumber karbohidrat. Makanan ini populer terutama di Indonesia Timur dan sebagian daerah Sumatera.

  • Umbi-umbian

Bahan pangan ini sebagai penghasil karbohidrat utama seperti singkong/ketela pohon dan ubi jalar. Di dataran tinggi Jayawijaya ubi jalar merupakan sumber utama karbohidrat dan memenuhi hampir 90% kebutuhan kalori penduduk.

Umbi-umbian lainnya yaitu garut atau airut. Penyebutan namanya bisa berbeda-beda di setiap daerah. Di Jawa Barat disebut patat sagu, di Madura dinamakan Marus, di Ternate disebut huda sula, di Melayu Sagu betawi, sagu belanda. Garut ini dapat digunakan sebagai bahan pembuatan makanan bayi karena seratnya halus. Ada lagi umbi lainnya yaitu talas. Makanan ini cukup populer dan banyak ditemui di daerah Bogor, Sumedang, Malang, dan Papua.

Jenis pangan umbi-umbian ini bisa diolah menjadi makanan yang enak dan disukai anak, misalnya dibuat perkedel singkong, dan lain-lain. Sebagian mengkonsumsinya sebagai makanan tambahan/camilan, ada juga yang mengonsumsinya sebagai makanan pokok.

  • Kentang

Kentang bisa ditemui terutama di daerah seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Selatan, Karo dan lain-lain. Pangan ini bisa diolah dengan beragam cara dan dikreasikan menjadi makanan yang enak buat anak.

  • Buah Sukun

Buah ini dikenal dengan sebutan bread fruit atau buah roti karena sangat enak. Sering digunakan untuk bahan pangan. Seperti di kepulauan Sangir Talaud menjadi pengganti beras karena mempunyai kandungan karbohidrat yang tidak kalah dari beras. Selain sebagai makanan pokok juga buah ini sering dijadikan untuk makanan ringan.

(dari berbagai sumber)

Kanji Rumbi, Menu MPASI Lokal Dari Aceh

Kanji Rumbi, Menu MPASI Lokal Dari Aceh

Apa Saja Upaya Diperlukan Untuk Mencegah Stanting?

Apa Saja Upaya Diperlukan Untuk Mencegah Stanting?