Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

MPASI yang Tepat Agar Anak Tidak Menjadi Picky Eater

MPASI yang Tepat Agar Anak Tidak Menjadi Picky Eater

397595_620.jpg

Makanan beragam dan bervariasi dapat menghindari bayi nanti menjadi seorang yang picky eater, alias suka memilih-milih makanan. Sebagai awal, yuk kenalkan sang buah hati dengan MPASI secara tepat. Mengenai caranya, Sa’diah Multi Karina, SKM, MKes,. pengajar di Politeknik Kesehatan Jakarta II memberikan rahasianya.

Nah, sebenarnya kapan bayi siap MPASI? Masuk 6 bulan, bayi dianjurkan untuk mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI). Mengapa? Sebab ASI tak lagi mencukupi. Pada bayi usia 6 sampai 12 bulan, ASI “hanya” bisa menyediakan setengah kebutuhan gizinya. Selain itu, sistem pencernaak bayi juga semakin berkembang sehingga ia bisa mencerna makanan yang lebih padat. Imbauan agar bayi 6 bulan diberikan MPASI juga termuat pada Kajian Implementasi ASI Eksklusif, Kementrian Kesehatan yang mengacu dari badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO). Pada usia 6 bulan, sistem metabolisme tubuh bayi sudah sempurna, demikian pula dengan berbagai hormon yang bertugas dalam proses pencernaan makanan.

Tanda-tanda lain yang menunjukkan bayi siap mendapat MPASI adalah kepalanya sudah tegak ketika didudukkan, bayi mulai meraih makanan serta memasukkannya ke dalam mulut, dan kalau diberikan makanan lumat, bayi tidak lagi mengeluarkan makanan dengan lidahnya.

Jenis, Bentuk & Cara Pengolahan

Secara umum terdapat dua jenis MPASI, MPASI hasil pengolahan pabrik (MPASI pabrikan) dan MPASI yang diolah di rumah tangga (MPASI lokal). MPASI pabrikan biasanya dikonsumsi dalam kondisi khusus, seperti saat ibu memiliki keterbatasan waktu, atau bayi sedang dalam perjalanan. Sementara untuk sehari-hari, biasanya bayi mengonsumsi MPASI olahan rumah tangga.

Bentuk MPASI sendiri terbagi 3, yakni makanan lumat (diberikan pada bayi 6—9 bulan), makanan lembik/lembek (diberikan pada bayi 9—12 bulan), dan makanan keluarga untuk bayi usia 1 tahun ke atas.

Mengenai pengolahan MPASI memiliki caranya masing-masing. Untuk makanan lumat adalah disaring dengan menggunakan saringan khusus (lubang-lubangnya sangat halus dan umumnya terbuat dari almunium). Cara lain, semua bahan makanan direbus terlebih dahulu, kemudian dilumatkan saat masih panas dengan alat penghalus sehingga lebih mudah hancur. Untuk membuat makanan lembek, makanan cukup dicincang halus atau ditim sehingga mudah ditelan oleh bayi. 

Sementara makanan keluarga adalah hidangan yang disajikan sehari-hari untuk semua anggota keluarga sehingga umumnya teksturnya sudah tidak halus. Harapannya di usia 1 tahun ke atas, anak sudah dapat diajak makan bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya.

Syarat MPASI

Bahan-bahannya mudah diperoleh. 1. Cara pengolahannya mudah.

2. Harga bahan-bahannya terjangkau. Bahan-bahan lokal bisa dimanfaatkan karena selain murah juga lebih segar.

3. Dalam Pedoman MPASI Lokal, terbitan Kementrian Kesehatan dinyatakan, MPASI lokal dikenal dengan ”MPASI dapur ibu,” maksudnya agar para ibu rumah tangga dapat lebih banyak menyediakan MPASI buatan sendiri dengan memanfaatkan bahan makanan lokal yang sesuai dengan budaya setempat. 4. Dapat diterima dengan baik oleh bayi. 5. Kandungan zat gizi memenuhi kecukupan gizi bagi bayi. 6. Mutu protein dapat memacu pertumbuhan fisik. Kebutuhan protein bayi 6—12 bulan adalah 16 g per hari. 7. Jenis MPASI disesuaikan dengan umur sasaran. Untuk bayi 6—9 bulan makanan lumat, sedangkan bayi 9–12 bulan makanan lembek. 8. Bebas dari kuman penyakit, pengawet, pewarna, dan racun. 9. Memenuhi nilai sosial, ekonomi, budaya, dan agama.

Sumber: Bidanku, Nakita

Generasi Sehat untuk Menyambut Bonus Demografi

Generasi Sehat untuk Menyambut Bonus Demografi

Anak Susah Makan? Yuk, Cari, Kenali Sebabnya, dan Atasi!

Anak Susah Makan? Yuk, Cari, Kenali Sebabnya, dan Atasi!