Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Rekomendasi dari World Health Organization (WHO) tentang pemberian ASI adalah bahwa selama 6 bulan, bayi diberikan ASI saja secara eksklusif dan diteruksan oleh makanan pendamping ASI sampai bayi berusia 2 tahun. Nah, masa menyusui bisa menjadi salah satu masa yang terindah dalam hidup sang ibu. Tetapi, seiring tumbuhnya bayi, akan datang masa ketika anak akan berhenti menyusui. Proses ini disebut menyapih. Dan istilah yang sering kita dengar sekarang adalah Weaning with Love, alias menyapih dengan cinta.

 Menyapih dengan kasih sayang mungkin tergantung perspektif masing-masing ibu. Tetapi, kita sering berpapasan dengan berbagai cara-cara yang tidak menjunjung arti kasih sayang.  Oleh karena itu, weaning with love adalah menyapih dengan ikhlas antara ibu dan anak, tanpa paksaan, tanpa kebohongan. Sebaliknya, lebih baik melalui proses penyadaran dengan komunikasi yang intensif.

Tips!

  • Siapkan tim sukses

Tim yang dimaksud adalah tentu ibu, ayah dan anak. Nah, selain mereka bertiga adalah orang-orang di sekitar anak yaitu angggota keluarga lain seperti nenek dan kakek. Pastikan bahwa ibu dan ayah memberitahu kepada keluarga sebagai support system untuk mendukung cara kita untuk menyapih.

  • Frekuensi menyusui

Kita bisa mengurangi frekuensi meyusui secara bertahap dimulai pada siang hari. Di sini lah ibu dapat memperkenalkan bayi dengan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bervariasi. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan bayi sudah siap menerima makanan selain ASI dan tubuhnya yang berkembang akan membutuhkan sumber nutrisi atau gizi yang lebih dari yang ada di dalam ASI. Kemudian, ibu bisa masih menyusuinya di malam hari.

  • Memberikan pengertian/sugesti kepada anak dengan kalimat yang positif.

Di saat ini, kita dapat bicara dengan anak kita dengan kata kata penuh kasih sayang seperti, “Adek, nanti sama mama belajar minum air putih ya sayang,” atau “Kakak pintar, kan sudah gede, nenen kan buat adik bayi, jadi kakak belajar minum air putih ya sama mama…” Dan, jangan lupa untuk tunjukkan perhatian dan kasih sayang, misalnya mendekap, mengusap ataumencium agar anak tahu bahwa ibu tetap menyayangi dia mesi ibu sudah tidak menyusuinya lagi.

  • Tanpa menggunakan tipuan atau kebohongan pada anak.

Seperti tips yang pertama, terkadang sang ibu akan mendengar saran dari orang tua atau bahkan dari teman-teman sekita. Seperti: memisahkan anak dari ibu, menempelkan perban, atau dengan cara lain misalnya dengan mengoleskan krim yang pahit, atau memberi sensasi rasa pedas di puting dan payudara sehingga bayi tidak ingin menyusui. Seperti poin yang pertama, ibu dapat bicara dengan keluarga untuk meninggalkan jauh-jauh pikiran untuk menyapih dengan cara-cara yang sudah disebut. Mengapa? Karena ini sama saja dengan mengajarkan sebuah kebohongan ke anak dan memberi dampak yang negatif seperti merusak bonding antara ibu dan anak, atau ia akan menjadi trauma yang tentu akan mempengaruhi hubungan ibu dan anak ketika dewasa.

  • Ketika anak mau.

Dr. Utami Roesli selaku dokter spesialis anak dan ahli laktasi, bahkan pernah  menyarankan bahwa ibu dapat menunggu sampai anak tidak mau menyusu lagi. “Bahkan anak umur 4 tahun pun masih boleh menyusu kalau ia masih mau, dan dia pasti ada waktu tersendiri,” ujarnya di seminar “Ayo Dukung Ibu Menyusui” belum lama ini di Aula Kantor Bupati Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (24/08).

Kesimpulannya, adalah semua tentang menyapih membutuhkan proses. Menyapih tidak perlu dilakukan dengan terlalu buru-buru. Ibu jangan memaksa, tetapi jangan terlalu tegas dalam menolak. Dan sebagai seorang ibu, pasti kata-kata yang positif akan terucap dengan spontan. Selain itu, yang paling disayangkan, jangan mengoles-oles bahan tertentu karena akan merusak psikis sang anak. Ketika menyusui berawal dengan cinta, mari kita juga tanamkan cinta ketika mengakhiri. Semoga dengan sabar, dan pikiran positif, proses menyapih akan berjalan dengan lancar.

Sumber: Berbagai sumber.

Dr. Utami Roesli: Gagal Menyusui Mendorong Perjuangan Untuk ASI

Dr. Utami Roesli: Gagal Menyusui Mendorong Perjuangan Untuk ASI

Penelitian: ASI ada Hubungan dengan IQ, Pencapaian Pendidikan dan Tingkat Pendapatan saat Usia 30 Tahun

Penelitian: ASI ada Hubungan dengan IQ, Pencapaian Pendidikan dan Tingkat Pendapatan saat Usia 30 Tahun