Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Menyambut Pekan ASI Sedunia (1-7 Agustus 2016)

Menyambut Pekan ASI Sedunia (1-7 Agustus 2016)

6fc4ebd6-3412-4b48-bca2-960c9ecb66df.jpg

Seperti yang sudah diungkapkan, situasi pemberian ASI di Indonesia masih tidak terlalu maksimal. Ternyata hanya 42% dari bayi di bawah usia 6 bulan yang mendapatkan ASI ekslusif, dibanding dengan sebanyak 96% wanita yang menyusui. Padahal, ASI ekslusif selama 6 bulan akan memastikan awal kehidupan yang baik serta bergizi untuk bayi.  Sekarang, terdapat banyak sekali laporan dan riset terbaru untuk menunjukkan bahwa menyusui, atau ASI ekslusif adalah bentuk investasi bukan hanya terhadap anak sendiri, tetapi masa depan bangsa yang cerdas, sehat dan berkelanjutan. Peningkatan breastfeeding atau menyusui juga akan membantu dunia mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030 atau Sustainable Development Goals 2030, juga kolaborasi WHO dan UNICEF dalam mengadakan Breastfeeding Advocacy Initiative. Untuk di Indonesia , emberian ASI ekslusif juga telah dituangkan ke dalam Rancangan Strategis (Renstra) dari Kementrian Kesehatan Tahun 2015 – 2019 untuk peningkatan angka bayi yang mendapat ASI ekslusif ke 50%.

Jadi, jika dilihat lagi, kesadaran tentang pentingnya ASI ekslusif memang sudah cukup tinggi. Dan dalam menyambut bulan Agustus, World Alliance For Breastfeeding Action (WABA) telah menetapkan tanggal 1 sampai 7 Agustus 2016 sebagai World Breastfeeding Week. Mereka, "percaya menyusui adalah hak semua anak dan ibu-ibu dan yang mendedikasikan dirinya untuk melindungi, mempromosikan dan mendukung hak ini." Tetapi setiap negara, termasuk Indonesia juga harus mulai dengan rajin dan sungguh-sungguh untuk menerapkannya dalam bentuk kebijakan karena manfaat ASI bagi individu dan keluarga termasuk mengurangi angka kematian anak, meningkatkan kesehatan, pencapaian pendidikan, dan produktivitas.

Oleh karena itu, mari kita simak infografis berikut ini, tentang contoh-contoh aksi perubahan untuk meningkatkan aksi menyusui di seluruh dunia.

  1. Increase Funding: Meningkatkan pendanaan untuk mencapai target World Health Assembly 2025 dalam menaikkan presentasi bayi yang mendapatkan ASI ekslusif selama 6 bulan pertama ke 50%.
  2. Code of Marketing: Implementasi Kode Pemasaran yang sungguh-sungguh untuk produk pengganti ASI seperti susu formula.
  3. Paid Family Leave: Memberlakukan kebijakan cuti berbayar untuk mendukung ibu yang menyusui.
  4. Maternity Facilities: Meningkatkan praktik menyusui di fasilitas kesehatan (rumah sakit, posyandu, puskesmas, rumah bersalin)
  5. Skilled Lactation Counseling: Meningkatkan akses ke konseling laktasi.
  6. Health Facilities and Communities: Memperkuat hubungan antara fasilitas kesehatan dan masyarakat dalam melindungi, mempromosikan dan mendukung ASI.
  7. Track the Progress: Memantau kemajuan kebijakan, program serta dana  untuk mencapai target aksi menyusui dalam skala nasional dan global.

 

Sumber: World Alliance for Breastfeeding Action (WABA), WHO, UNICEF dan berbagai sumber lain.

Dapatkan Keunggulan ASI Berikut Ini Bagi Si Kecil

Dapatkan Keunggulan ASI Berikut Ini Bagi Si Kecil

Jutaan Bayi Indonesia Kehilangan Periode Emas Dalam Hidup Mereka

Jutaan Bayi Indonesia Kehilangan Periode Emas Dalam Hidup Mereka