Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Menkes Bagi Jutaan Kelambu Berinsektisida

Menkes Bagi Jutaan Kelambu Berinsektisida

kasus-malaria-tinggi-suara-pembaruan.jpg

Saat ini Indonesia masih tergolong negara endemis malaria. Kementerian Kesehatan (Kemkes) mencatat hingga akhir 2015, kasus malaria mencapai 217.025. Sebagian besar kasus ditemukan di lima provinsi di wilayah timur Indonesia, yakni Papua, Papua Barat, NTT, Maluku dan Maluku Utara. Di wilayah barat Indonesia pun belum semua provinsi dinyatakan bebas malaria. Provinsi Bengkulu misalnya, memiliki kasus malaria per tahun atau Annual Parasite Insidence (API) antara 2,05 per 1000 penduduk. Bengkulu penyumbang keenam tertinggi kasus malaria di Indonesia, setelah lima provinsi wilayah timur.

Guna mempercepat eliminasi malaria di lima provinsi wilayah timur, pada 2014 lalu telah dilakukan akselerasi melalui pembagian kelambu massal sebanyak 3.557.127 kelambu. Ini untuk melindungi 6.695.107 penduduk dari penularan malaria di wilayah tersebut. Namun, belum semua terjangkau.

Karena itu, di tahun 2016 ini, Kemkes kembali melakukan pembagian kelambu massal di Provinsi NTT, Maluku, dan Maluku Utara, yang belum terjangkau pada 2014 lalu. Di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Bengkulu juga akan dibagikan 1.451.1954 kelambu untuk melindungi 2.612.149 penduduk dari penularan malaria.

Pembagian kelambu berinsektisida massal ini dicanangkan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek, bertepatan dengan puncak peringatan Hari Malaria Sedunia 2016 di Bengkulu (25/04/16). “Diharapkan dengan kegiatan akselerasi ini jumlah kasus malaria akan menurun, sehingga target eliminasi Malaria dapat dicapai,” kata Menkes yang didampingi Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti.

Menkes mengatakan, malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat dunia, termasuk di Indonesia.

Malaria berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) dan kematian, menurunkan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas kerja. Malaria juga berpengaruh terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian bayi, balita serta ibu hamil.

“Masalah malaria ini sangat kompleks karena terkait dengan perubahan lingkungan, iklim, mobilitas penduduk dan perilaku masyarakat”, kata Menkes. Namun, bila upaya eliminasi malaria dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan semua komponen masyarakat, dilakukan terus menerus dan diarahkan pada sasaran yang tepat, maka bisa memberikan hasil yang maksimal.

(Sumber : Suara Pembaruan)

 

Kemenkes Ajak Orangtua Perangi Stunting

Kemenkes Ajak Orangtua Perangi Stunting

Menteri Kesehatan : Harus Bisa Eliminasi Malaria

Menteri Kesehatan : Harus Bisa Eliminasi Malaria