Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Mengenal Sindrom Down pada Anak

Mengenal Sindrom Down pada Anak

down1-56f38f903693734507cd0787.png

Sumber: Alodokter dan Kompasiana.com  Mengenal Down Sindrom pada Anak

Di dalam dunia kesehatan, pasti kita sudah pernah mendengar Down Syndrome , tetapi banyak dari kita yang masih menganggap bahwa kondisi ini hanya me

Tapi tahukah anda bahwa ada sekitar 300 ribu kasus down syndrome pada anak di Indonesia?

Pertama, mari kita kenali kondisi ini dengan mengetahui jumlah kromosom normal pada manusia. Kita semua memiliki 23 pasang kromosom, jadi totalnya adalah 46 kromosom. Kromosom yang kita punya berasal dari ayah dan ibu yang masing masing berkontribusi sebanyak 23 kromosom. Nah, jika seorang anak menerima kurang dari 46 kromosom, maka di sanalah timbul abnormalitas yang disebut sebagai Down Syndrome.

Tetapi lebih khususnya, kita harus ingat bahwa Down Syndrome adalah kelainan genetik dimana kromosom ke 21 tidak sepasang seperti kromosom lainnya (gambar ada di bawah). Jumlah kromosom ke 21 bisa saja terbelah menjadi 3 yang disebut dalam ilmu genetika sebagai trisomy yang memang ditemukan di dalam semua penderita Down Syndrome.

Sampai sekarang, kita tidak sepenuhnya tahu apa penyebab spesifik mengapa anak dapat terkena Down Syndrome, walaupun banyak kasus melibatkan kehamilan oleh ibu yang berusia di atas 35 tahun.

Namun apakah dampaknya kepada anak? Mungkin salah satu yang kita tahu adalah bentuk wajah yang khas, yang disertai kelemahan perototan pada bayi. Selain itu, sekitar 50% anak down syndrome akan berisiko terkena kelainan jantung, dan pencernaan seperti peblokiran usus.

Pada umumnya penderita Down syndrome juga mengalami resiko kesehatan lainnya seperti gastroesophageal reflux dimana terjadi arus balik asam lambung ke esophagus. Disamping itu penderita juga mengalami kondisi yang disebut dengan celiac disease dimana terjadi ketidak toleran terhadap protein gandum yang disebut dengan glutten. Sebanyak 15% dari penderita Down Syndrome mengalami hypothyroidism yang merupakan kondisi dimana kinerja kelenjar thyroid berada di bawah level normal.

Penderita Down  Syndrome biasanya juga memiliki  resiko tinggi gangguan pendengaran dan penglihatan.  Walaupun persentasenya sangat kecil, penderita Down Syndrome juga mengalami kanker sel darah (leukimia). Dalam perkembangannya anak yang mengalami Down Syndrome ini seringkali memiliki masalah pertumbuhan yang terlambat dan juga masalah tingkah laku yang obsesif.

Kemampuan berbicara anak yang mengalami Down Syndrome ini bisanya juga lebih lambat jika dibandingkan dengan anak normal. Dalam persentase yang kecil, penderita Down Syndrome dapat menunjukkan gejala autism yang mempengaruhi komunikasi dan interaksi sosial. Penderita Down Syndrome biasanya secara bertahap akan mengalami penurunan kemampuan berpikir ketika usianya mencapai 50 tahun. Down Syndrome sering kali juga dihubungkan sebagai salah satu penyebab pemicu penyakit Alzheimer yaitu suatu kondisi dimana individu secara perlahan kehilangan ingatan.

Apakah Down Syndrome diturunkan? Sebagian besar kasus Down Syndrome tidak diturunkan ke generasi berikutnya karena kejadian trisomy kromosom 21 ini sebagian besar terjadi secara acak saat terjadi pembentukan sel reproduksi orang tuanya. Data empiris menunjukkan bahwa kelainan trisomy kromosom 21 ini lebih umum terjadi pada  telur jika dibandingkan dengan sperma. Mengingat kejadian trisomy kromosom 21 ini terjadi secara acak, maka cara terbaik bagi orang tua yang diberikan amanah memiliki anak down syndrome adalah memelihara, menyayangi dan mendidiknya dengan sepenuh hati.

Cegah Stanting dengan Menjaga Kebersihan Air

Cegah Stanting dengan Menjaga Kebersihan Air

Jauhi Anak Dari Predator Seksual dengan Mengenal Ciri-Cirinya

Jauhi Anak Dari Predator Seksual dengan Mengenal Ciri-Cirinya