Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Mengapa Bayi Usia 0-6 Bulan Tidak Perlu Diberikan Air Putih

Mengapa Bayi Usia 0-6 Bulan Tidak Perlu Diberikan Air Putih

bahaya-air-putih-untuk-bayi.jpg

Mengapa Bayi Usia 0-6 Tidak Perlu Diberikan Air Putih Air putih memang sangat bermanfaat agar kita tetap sehat dan bugar. Tetapi, hal ini tidak berlaku untuk si kecil, terutama ketika ia masih di usia 0 sampai 6 bulan. Sayangnya, masih banyak orang tua yang memberikan air putih kepada bayinya tanpa mengetahui risiko yang ada. Alasan yang paling sering didengar adalah agar bayi tidak haus setelah minum ASI.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa air putih jangan diberikan ke bayi yang masih berusia kurang dari 6 bulan, menurut dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA., CIML, IBCLC yang seorang dokter spesialis anak dan ketua Sentra Laktasi Indonesia.

  • Sistem tubuh si kecil di usia ini masih belum matang, dan yang dikhawatirkan adalah air yang tidak higenis. Bayi akan berisiko terkena paparan bakteri dan bahan mineral seperti fluoride yang dapat mengganggu perkembangannya.
  • Ginjal si kecil yang belum tumbuh sempurna akan meningkatkan pengeluaran sodium dan natritum dari tubuhnya. Jika ini terus terjadi, si kecil akan mengalami dehidrasi alias kehilangan elektrolit di dalam tubunya. Elektrolit seperti natrium atau sodium sebenarnya menjaga sistem metabolisme si kecil. Jika ia kekurangan sodium, ada risiko kejang karena sodium sangat mempengaruhi aktivitas otaknya.
  • Ginjal adalah organ tubuh yang mengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh. Namun, walaupun ginjal sudah terbentuk, fungsinya belum sempurna seperti orang dewasa. Lain halnya pada anak dan orang dewasa, ginjal sudah mengatur asupan cairan masuk dengan yang dikeluarkanm. Misalnya, kalau banyak minum, ginjalakan mengatur sehingga berkemihnya sering. Pada saat ada hawa dingin, kita akan lebih sering buang air kecil.
  • Intinya, ginjal mengatur keseimbangan cairan/elektrolit dalam tubuh, semisal natrium, kalsium, dan lainnya. Tapi jika kejadiannya saat ginjal belum sempurna kerjanya sudah diberi air putih, tubuh bayi akan kelebihan air atau "keracunan" air. Karena air yang masuk tidak bisa diseimbangkan dengan yang dikeluarkan.

Oleh karena itu, sumber air minum untuk si kecil hanyalah ASI sampai ia berusia 6 bulan karena semua kebutuhan gizi untuk perkembangan optimal sudah ada di dalamnya.

Sumber: Nakita.id

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jangan Terlalu Cepat Memperkenalkan MPASI kepada Bayi

Jangan Terlalu Cepat Memperkenalkan MPASI kepada Bayi

Tanda Bahaya dalam Kehamilan

Tanda Bahaya dalam Kehamilan