Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Mencegah Gangguan Mental Pada Anak

Mencegah Gangguan Mental Pada Anak

118679_620.jpg

Mencegah gangguan metal pada anak

Perilaku buruk anak pada usia dewasa misalnya gampang marah, egois, ataupun suka kekerasan, diperkirakan sangat berhubungan kondisi gangguan  mental pada masa anak-anak. Contoh ganggaun mental pada masa anak anak misalnya :  Gangguan kecemasan (anxiety didorder), kesulitan untuk fokus pada suatu hal, atau sulit berkonsentrasi, gangguan makan (eating disorder),gangguan mood (mood disorder), depresi, schizophrenia. 

Gangguan tersebut ternyata dipengatuhi oleh pola asuh pada anak, yaitu dipengaruhi secara nyata pada  pemberian ASI atau tidak ketika anak itu masih bayi atau ketika masih kecil.

Profesor sven Silburn, seorang peneliti dari Menzies School of Health Research di Darwin, mengatkan bahwa terdapat bukti yang menunjukkan hubungan antara menyusui dengan kesehatan mental seseorang.

Hal ini diperkuat dalam sebuah penelitian yang untuk mengentahui hubungan antara Pengaruh pemberian ASI pada anak terhadap kondisi metal saat dewasa. Penelitian ini dilakukan dengan dilakukan selama 14 tahun pada anak yang mendapatkan ASI dan tidak mendapatkan ASI. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa semakin pendek periode pemberian ASI, maka semakin besar kemungkinan gangguan mental yang akan dialami anak menjelang masa remaja.

Jika anak saat bayi diberikan ASI, maka tubuh anak saat bayi itu akan mendapat serotonin, apakah serotonin itu ? Serotonin adalah zat antistres yang banyak dibentuk dalam 2 tahun pertama kehidupan seorang bayi.

Serotonin atau zat antistres ini akan masuk ke dalam tubuh yang membuat anak menjadi tidak mudah marah, dapat menghindari stres dan depresi dan juga dapat mengurangi kemungkinan terkena gangguan mental saat dewasa nanti.

maka sebaliknya sikap orang dewasa yang mudah marah, gampang stres, gampang depresi serta gampang terkena gangguan mental bisa jadi salah satu faktornya kurangnya asupan serotonin saat bayi alias tidak mendapatkan ASI.

Orang yang mendapatkan ASI saat masih bayi juga cenderung akan memiliki perilaku yang lebih baik, terhindar dari sifat kekerasan, kelalaian, meningkatkan kecerdasan serta menghindari sifat egois. Ini dikarenakan saat disusui anak mendapat perhatian yang cukup dari orangtuanya, sehingga anak tak perlu mencari-cari perhatian dengan melakukan perilaku yang buruk.

Karena efek negatif jika tidak diberikan ASI pada bayi akan terbawa hingga dewasa, peneliti menyarankan agar ibu menyusui anaknya secara eksklusif sebab anak yang mendapatkan ASI akan memiliki perilaku yang lebih baik.

Sedangkan pada susu formula cenderung mengandung zat mangan (Mn) yang tinggi, zat ini bisa membuat anak menjadi cepat stres dan marah. Jika hal ini terus berlanjut, maka ada kemungkinan saat dewasa anak memiliki perilaku yang buruk.

Penelitian lain juga disampaikan dalam pertemuan tahunan American Public Health Association, dalam penelitian itu menemukan bahwa orangtua yang memberikan ASI saat masih bayi cenderung jarang melaporkan adanya masalah perilaku pada anaknya.

“Ini merupakan temuan awal, tapi hal ini sudah menunjukkan jika orangtua tidak menyusui anaknya akan berpengaruh pada perilaku selama masa anak-anak ataupun jika sudah dewasa,” kata Dr Katherine Hobbs Knutson, seperti dikutip dari HealthDay.

Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan orang yang mengonsumsi ASI saat masih bayi memiliki kemungkinan gangguan perilaku 37 persen lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak mendapatkan ASI.

ASI sebaiknya menjadi satu-satunya pilihan bagi bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan, tapi akan lebih baik lagi jika ASI tetap diberikan hingga bayi berusia 2 tahun.

Sehingga membuat ikatan emosional antara ibu dan anaknya menjadi lebih kuat, hal ini juga yang membuat perilaku anak yang diberik ASI lebih baik daripada anak yang tidak mendapatkan ASI sama sekali.

bagi anda para orang tua, khususnya ibu, dengan membaca sedikit wacana di atas saya rasa anda bisa menentukan dan mempertimbangkan, memberikan ASI atau susu formula yang sudah banyak beredar di pasaran.

Diolah dari berbagai sumber : IDAI, www.jpeds.com, detik dll

Penelitian: Stanting dan Gangguan Kesehatan Mental Anak

Penelitian: Stanting dan Gangguan Kesehatan Mental Anak

Mengapa Bayi Alami Gumoh?

Mengapa Bayi Alami Gumoh?