Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Melanoma Tingkatkan Risiko Kematian Ibu Hamil

Melanoma Tingkatkan Risiko Kematian Ibu Hamil

GettyImages-557475445.jpg

Sebuah penelitian terbaru menyebutkan, wanita hamil yang mengidap kanker kulit melanoma lebih mungkin untuk meninggal daripada penderita melanoma yang tidak hamil. Kanker kulit melanoma merupakan jenis kanker kulit yang jarang. Dimulainya dari kulit dan bisa menyebar ke organ lain di dalam tubuh. Kemunculan tahi lalat baru atau perubahan pada tahi lalat yang sudah ada biasanya pertanda umum atau gejala melanoma.

Melanoma memiliki bentuk tidak beraturan dan lebih dari satu warna. Ukurannya bisa melebihi tahi lalat normal. Tahi lalat yang terserang melanoma bisa terasa gatal dan mengalami pendarahan.

Berdasarkan studi, wanita yang terdiagnosis menderita melanoma selama kehamilan atau dalam jangka waktu satu tahun setelah melahirkan, didapati lima kali lebih mungkin meninggal dunia. Selain itu, wanita yang tengah hamil muda dan menderita melanoma, hampir tujuh kali lebih mungkin mengalami metastasis, yaitu penyebaran kanker ke bagian tubuh lain. Mereka juga sembilan kali lebih mungkin memiliki kekambuhan kanker selama 7,5 tahun ke depan.

"Ketika melihat data yang didapat, kami terkejut bahwa ada risiko kematian yang lebih tinggi. Kemungkinan metastasis, serta potensi kekambuhan kanker di kalangan wanita hamil," kata penulis studi, Dr. Brian Gastman, yang juga seorang ahli bedah plastik di Cleveland Clinic, Amerika Serikat, seperti yang dilansir Foxnews.com

Dalam studi baru tersebut, para peneliti menganalisis 562 wanita pengidap melanoma berusia kurang dari 50 tahun. Di antara mereka, ada 41 wanita yang telah didiagnosis menderita melanoma saat hamil atau dalam waktu satu tahun setelah mereka melahirkan. Dalam kelompok tersebut, 20% wanita meninggal dunia karena melanoma. Sementara wanita yang tidak hamil dan meninggal akibat melanoma hanya berjumlah 10%.

Selain itu, pada 25% wanita yang didiagnosis mengidap melanoma selama kehamilan atau segera setelah melahirkan, kanker lebih cepat menyebar ke bagian tubuh lain. Kondisi tersebut hanya terjadi pada 12.7% wanita yang tidak hamil. Lalu, sekitar 12.5% wanita yang didiagnosis mengidap melanoma selama atau setelah kehamilan juga mengalami kambuh melanoma selama 7.5 tahun ke depan. "Walau begitu, tidak dikatakan bahwa wanita hamil lebih mungkin terkena melanoma. Hanya, jika ibu hamil mendapatkan melanoma, melanoma tersebut cenderung lebih ganas dan agresif ketimbang melanoma pada wanita  tidak hamil", ungkap Gastman.

Para peneliti belum tahu secara pasti mengapa melanoma menjadi lebih agresif pada wanita hamil. Hal ini mungkin terkait perubahan hormon yang terjadi pada wanita hamil, seperti peningkatan kadar estrogen. Agrestivitas melanoma pada wanita hamil juga bisa disebabkan sistem kekebalan tubuh yang menurun selama hamil, yang memang bertujuan untuk mencegah tubuh menolak keberadaan janin.

Penelitian sebelumnya menunjukkan, melanoma berkembang di kalangan wanita usia 20 - 40 tahun. "Studi ini sebagai pengingat bahwa setiap wanita yang memiliki risiko lebih tinggi terkena melanoma, seperti memiliki sejumlah tahi lalat besar, riwayat terkena paparan berat matahari, atau riwayat kanker kulit dalam keluarga, harus sangat waspada. Periksakan kulit setiap ada perubahan yang tidak biasa. Termasuk berkonsultasi kepada dokter kulit," pungkas Gastman.

(Sumber: koran-sindo.com)

 

Kadinkes Papua Minta Perpanjangan PIN Polio

Kadinkes Papua Minta Perpanjangan PIN Polio

Keberadaan Ruang Menyusui di Sleman Kurang Optimal

Keberadaan Ruang Menyusui di Sleman Kurang Optimal