Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

MCA-Indonesia Fokus Turunkan Stanting di OKI

MCA-Indonesia Fokus Turunkan Stanting di OKI

beritamusi-com.jpg

Anak penderita stanting adalah anak yang gagal tumbuh. Hal ini berimplikasi terhadap kemampuan kognitif dan daya saing anak menjadi lemah, serta berakibat terhadap pertumbuhan ekonomi. Demikian diungkap Hari Kristji Joe, Kepala Satker pengelola Hibah Millennium Challenge Account (MCA) di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel (17/5/16). Menurutnya, stanting disebabkan oleh gizi buruk. Lazimnya terjadi pada anak-anak di keluarga miskin, kelompok yang minim akses informasi dan fasilitas kesehatan. Stanting juga berdampak pada berkurangnya daya saing mereka, sehingga peningkatan Pendapatan Domestik Bruto (Gross Domestic Product/GDP) yang sedang dinikmati Indonesia tak berpengaruh. Jika tak ditangani, maka mereka akan terus terjebak dalam kemiskinan. Untuk itu, perlu usaha khusus untuk  memutus rantai kemiskinan tersebut. Salah satu upaya MCA-Indonesia di Kabupaten OKI adalah Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat  (PKGBM) yang bermitra dengan dinas kesehatan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan OKI, HM Lubis, SKM mengatakan, PKGBM ini fokus untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan pemberian makanan bayi dan anak, pelatihan pemantauan pertumbuhan balita, dan pemicuan sanitasi total berbasis masyarakat.

Katanya, sepanjang tahun 2015, ada 24 kader Posyandu dan PNPM Generasi di OKI yang mendapatkan Pelatihan Pemberian Makanan Bayi dan Anak yang tepat. Sementara untuk sanitasi total berbasis masyarakat sasarannya adalah 36 desa, 12 Puskesmas dan 8 Kecamatan.

Untuk menurunkan tingkat prevalensi dan mencegah stanting, pihaknya berupaya mendorong masyarakat menggalakkan pemenuhan kebutuhan zat gizi bagi ibu hamil, Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sampai usia enam bulan, memantau pertumbuhan balita, serta meningkatkan akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi.

Bupati OKI, Iskandar, SE menyambut baik perhatian MCA di Kabupaten OKI. “Kami berterimakasih menjadi bagian kabupaten yang menerima program ini. Semoga bermanfaat untuk masyarakat,”jelasnya. Sebagai solusi menurunkan tingkat prevalensi stanting, pihaknya telah membentuk duta gizi, juga  menyediakan pelayanan kesehatan yang dekat dengan jangkauan masyarakat. “Melalui program 1 desa 1 poskesdes ini diharapkan mampu menyentuh kebutuhan masyarakat,”jelasnya.

(Sumber : beritamusi.co.id)

Program Hibah dari MCA-Indonesia Untuk Kurangi Stanting di OKI

Program Hibah dari MCA-Indonesia Untuk Kurangi Stanting di OKI

Risiko Di Balik Pemberian Susu Formula Pada Bayi

Risiko Di Balik Pemberian Susu Formula Pada Bayi