Kegiatan Gizi Tinggi Prestasi adalah bagian dari program Compact yang sepenuhnya dilaksanakan oleh MCA-Indonesia, dan tidak dipungut biaya. Keluhan dan laporan dapat disampaikan kepada MCA-Indonesia melalui pengaduan@mca-indonesia.go.id. Situs ini dapat terwujud melalui hibah yang diberikan oleh warga Amerika Serikat kepada Indonesia melalui Millennium Challenge Corporation di bawah Perjanjian Compact yang ditandatangani oleh kedua negara. Informasi yang diberikan pada situs ini bukan informasi resmi dari pemerintah AS dan tidak mewakili pandangan atau posisi Pemerintah AS atau Millenium Challenge Corporation

Masyarakat Gunung Kidul Selenggarakan Arisan Jamban

Masyarakat Gunung Kidul Selenggarakan Arisan Jamban

kelompok-berdaya-gunung-kidul-praktik-membuat-jamban-organik-_160222132135-131-e1458192776417.jpg

Masyarakat Desa Katongan, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan arisan jamban dalam rangka meningkatkan kesadaran mengenai jamban sehat. Ketua RT 04, Dusun Jeruklegi, Kecamatan Nglipar, Ari Sudarsono di Gunung Kidul, mengatakan arisan jamban sudah dilaksanakan dan tergolong sukses. Seluruh warga yang berjumlah 23 kepala keluarga (KK) di tingkat RT ini sudah memiliki fasilitas jamban dengan leher angsa. "Kegiatan arisan jamban dilaksanakan sejak awal Maret, dan akan kita teruskan untuk sanitasi sehat," kata Ari.

Ari mengatakan,  untuk arisan jamban, pihaknya menarik iuran sebesar Rp 30 ribu setiap bulannya per kepala keluarga. Setiap bulan dikocok dua nama yang keluar. Arisan ini disambut antusias masyarakat dan didukung PKPU DIY, sehingga sisi kesehatan masyarakat bisa meningkat.

"Arisan ini cukup baik dalam meningkatkan sarana dan prasarana masyarakat," katanya. Menurut Ari, kesuksesan ini akan diteruskan ke tingkat Desa Katongan. Diharapkan masyarakat tingkat desa yang belum memiliki jamban bisa dibantu melalui arisan. "Kebetulan acara ini juga mendapat dukungan dari PKPU DIY sehingga semuanya bisa berjalan lancar," kata Ari.

Kepala Dusun Jeruklegi Sumino mengatakan pihaknya mendukung upaya memperluas hingga tingkat desa. Sebab, jika dihitung masih ada sekitar 30 persen warga dusun tersebut belum memiliki jamban yang sehat. Menurutnya, pihaknya melakukan aksi sosialisasi kepada masyarakat dengan cara keliling desa untuk mensosialisasikan kegiatan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

(Sumber : www.nasional.republika.co.id)

Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi di Rejanglebong

Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi di Rejanglebong

Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak Harus Ditularkan

Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak Harus Ditularkan